Organisasi Mahasiswa di Mimika Serukan KNPI Bersatu
Anggota organisasi mahasiswa Mimika. Foto: Istimewa
Anggota organisasi mahasiswa Mimika. Foto: Istimewa

Papua60detik - Empat organisasi kemahasiswaan meliputi PMII, GMNI, PMKRI, serta GMKI menyerukan agar Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Mimika bersatu. 

Mereka meminta agar dualisme kepemimpinan dalam tubuh DPD KNPI Mimika segera diakhiri melalui penyelenggaraan Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub). 

Ketua PC PMII Mimika, Abdullah Rahman Bugis, mengatakan, kebuntuan atau stagnasi yang dialami KNPI Mimika akibat dualisme kepemimpinan antara kubu Awen Magai (versi Satu Nafas) dan Petrus Wenda (versi Energy of Harmoni) telah mengganggu fungsi organisasi.

Dia bilang, Cipayung telah berupaya mempertemukan dua kubu, namun tidak ada inisiatif serius dari keduanya. 

"Maka dengan ini kami mengambil sikap mendorong penyatuan melalui Musdalub," ujar dia dalam keterangan tertulis, Rabu (11/6/2025). 

Hal sama dilontarkan oleh Mandataris Formatur Tunggal Ketua Presedium PMKRI Mimika, Fichail Tusno Karubun. 

“Kami berkomitmen menjadi mediator rekonsiliasi demi satu kepengurusan yang sah. Mengacu pada arahan Bupati Mimika, dualisme ini harus diakhiri," tegasnya. 

Hasil pembahasan internal, Cipayung Mimika menyepakati tiga langkah strategis, menyerukan seluruh OKP untuk menarik dukungan dari dua kubu KNPI yang berseteru.

Kedua, mengajukan surat resmi kepada Bupati Mimika untuk audiensi dan menyampaikan rekomendasi penyatuan, serta mempersiapkan Musdalub sebagai solusi struktural menuju satu KNPI Mimika.

Ketua GMNI Mimika, Kristiforus Toffy, menyatakan bahwa masa kepemimpinan kedua kubu sudah berakhir secara konstitusional, sesuai AD/ART KNPI. 

Ia mengimbau agar semua OKP menarik diri dari kepengurusan yang ada dan fokus mempersiapkan Musdalub.

Sementara itu, GMKI menyatakan sikap netral namun tetap mendukung langkah-langkah positif menuju persatuan. 

“Kami solid mendukung Cipayung menjaga keutuhan pemuda Mimika,” ujary Ketua Bidang Aksi dan Pelayanan GMKI Timika Erwin Sriken. 

Abdullah Rahman Bugis menutup pernyataannya dengan mengajak seluruh OKP yang memiliki hak suara, baik peserta penuh maupun peninjau, untuk turut serta dalam verifikasi data dan keterlibatan dalam Musdalub mendatang. 

“Kita tidak bicara soal KNPI A atau KNPI B lagi. Sekarang waktunya kita bersatu, memulai lembaran baru,” tegas Abdullah.

Kini, Cipayung Mimika akan segera bertemu dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika untuk menyampaikan kesiapan rekonsolidasi dan pelaksanaan Musdalub. (Eka)