Padat Karya Miktim 2025 Fokus di Dua Kampung, Anggarannya Rp1 Miliar
Papua60detik - Program padat karya Distrik Mimika Timur 2025 akan difokuskan pada dua kampung dengan anggaran Rp1 Miliar.
Kepala Distrik Mimika Timur, Bakri Athoriq mengatakan awal September akan dilakukan rapat dengan tokoh masyarakat untuk membahas kegiatan padat karya 2025.
Baca Juga: RSUD Mimika Bakal Tambah Gedung Baru
"Padat karya ini dialokasikan sebesar Rp1 M dan saya akan titik fokuskan di dua kampung, Pomako dan Hiripau, karena belakangan ini curah hujan tinggi dan dua kampung ini sering langganan banjir," ujar Bakri.
Pada Juli, pihaknya sudah meninjau dua lokasi banjir pada kampung tersebut mencari sebab terjadinya banjir.
"Dan ternyata banjir ini disebabkan dari saluran air yang kurang lancar, sehingga padat karya ini kami titik fokuskan ke pembuatan drainase untuk dua kampung agar air di kampung tersebut bisa lancar," katanya.
Namun tidak semua RT di dua kampung itu akan dibuatkan drainase mengingat anggaran terbatas. Titik fokusnya berada di RT 01 Hiripau dan RT 03 Pomako, karena dua kampung tersebut yang terkena dampak paling signifikan.
"Padat karya ke depan 2026 kami akan fokuskan juga untuk penanganan banjir di kampung lain yang belum menikmati padat karya 2025," jelasnya.
Bakri bilang, padat karya bisa dilakukan sesuai usulan dari masyarakat, yang jelas peruntukannya untuk masyarakat.
"Jadi uang ini untuk masyarakat, masyarakat yang kerja, masyarakat juga yang nikmati uangnya," ucap dia.
"Untuk pelaksanaan padat karya, harus melibatkan Ormas lokal dan kami sudah bertandatangan dengan KNPI cabang Mimika Timur untuk sama-sama mengawasi kegiatan padat karya ini," pungkasnya.
Bakri mengatakan, padat karya 2024 yang menelan anggaran Rp6 miliar gagal karena realisasinya tak jelas. (Eka)