Pedagang Keluhkan Pasar Murah, Disperindag Jawab Begini
Pasar murah. Foto: Dok/ Papua60detik
Pasar murah. Foto: Dok/ Papua60detik

Papua60detik - Pemerintah Kabupaten Mimika akhir-akhir ini sering mengadakan pasar murah. Alasannya stabilisasi harga dan menekan laju inflasi daerah.

Tapi bagi para pedagang, pasar murah yang keseringan berdampak negatif ke mereka. Warga yang datang belanja ke pasar, kata pedagang, makin sepi. Dengan harga yang jauh lebih murah, warga tentu memilih berbelanja kebutuhan di pasar murah.

Menanggapi keluhan itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Mimika Petrus Pali Ambaa, mengatakan pada prinsipnya pasar murah untuk menekan harga yang terlalu tinggi di pasaran. 

"Misalnya kalau tidak ada pasar murah, bisa saja dimanfaatkan oleh orang-orang tertentu untuk berspekulasi harga di pasaran," ujar Petrus, Kamis (14/03/2024).

Soal permintaan pedagang agar pemerintah membeli barang mereka untuk dijual di pasar murah, kata Petrus tidak memungkinkan. Sebabnya, pemerintah mencari harga termurah dan itu hanya bisa didapatkan dari para distributor. Apalagi anggaran pasar murah, katanya terbatas.

"Kalau misalnya kita mau belanjakan di pedagang-pedagang pengecer, itu sudah berapa yang harus kita subsidi untuk diserahkan ke masyarakat. Justru karena terbatasnya dana itu, maka kita cari barang termurah," katanya.

Dengan alasan membantu warga, Petrus memastikan akan menggelar pasar murah di bulan Ramadan dan jelang Idul Fitri. (Martha)