Pelni Catat Ribuan Penumpang Mudik Natal, Arus Balik ke Mimika Lebih Tinggi
Papua60detik – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Timika memastikan penyelenggaraan angkutan laut selama masa mudik Natal 2025 melalui Pelabuhan Pomako berjalan aman, tertib, dan terkendali.
Kepala PT Pelni Cabang Timika, Rachmansyah Chaidir, menyampaikan bahwa selama pelaksanaan angkutan mudik Natal, tidak ditemukan kendala berarti yang dapat mengganggu pelayanan kepada penumpang.
“Selama arus mudik Natal kami pantau berjalan aman dan lancar,” ujar Rahmannya saat diwawancarai, Selasa (30/12/2025).
Menurutnya, kelancaran tersebut merupakan hasil dari sinergi dan koordinasi yang baik antara seluruh pihak terkait, mulai dari operator kapal, pengelola pelabuhan, hingga unsur keamanan, demi menjamin kenyamanan dan keselamatan masyarakat pengguna transportasi laut.
Berdasarkan data PT Pelni Cabang Timika, jumlah penumpang yang berangkat dari Pelabuhan Pomako sejak 12 hingga 31 Desember 2025 tercatat mencapai 2.813 orang. Sementara itu, arus balik Natal diproyeksikan lebih tinggi, dengan estimasi sekitar 3.000 penumpang yang akan kembali masuk ke Mimika dalam waktu dekat.
Untuk mendukung pengamanan selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) turut menggandeng personel Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) guna menjaga keamanan dan ketertiban di kawasan Pelabuhan Pomako, terutama saat proses naik dan turun penumpang.
Di sisi lain, Rachmansyah menyoroti kondisi Pelabuhan Pomako yang dinilainya masih memerlukan perhatian serius, khususnya terkait perbaikan infrastruktur dari pemerintah daerah.
“Dengan kondisi pelabuhan seperti saat ini, sampai sekarang Pemerintah Kabupaten Mimika belum memberikan perhatian terhadap perbaikan Pelabuhan Pomako,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan seluruh petugas lapangan agar terus menjaga konsistensi pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, penumpang angkutan laut diimbau untuk selalu mengutamakan keselamatan dan mematuhi seluruh ketentuan pelayaran yang berlaku.
“Mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu, masyarakat diharapkan terus memantau informasi cuaca terkini dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebagai bahan pertimbangan sebelum melakukan perjalanan laut,” pesannya. (Faris)