Pembangunan Venue Terjun Payung Mimika Sudah 80 persen
Technical Delegate (TD) terjun payung, Effendi Soen pada press conference  di Kantor PB PON XX Sub Mimika, di Jalan Hassanudin, Kamis (10/12/2020). Foto: Fachruddin Aji/Papua60detik
Technical Delegate (TD) terjun payung, Effendi Soen pada press conference di Kantor PB PON XX Sub Mimika, di Jalan Hassanudin, Kamis (10/12/2020). Foto: Fachruddin Aji/Papua60detik

Papua60detik - Progres pembangunan venue terjun payung di Kantor Sentra Pemerintahan SP3 sudah mencapai 80 persen.

Technical Delegate (TD) terjun payung, Effendi Soen mengatakan, takjub dengan progres pembangunan yang terbilang cepat. Adanya videotron di Kantor Sentra Pemerintahan SP3 menurutnya, menjadi nilai tambah tersendiri.

"Venue terjun payung yang kita pakai ini luas, dan semua sudah memenuhi syarat mulai kontur tanahnya, ratanya kemudian yang terpenting adalah tidak ada hambatan di titik udara," paparnya dalam press conference di Kantor PB PON XX Sub Mimika, di Jalan Hassanudin, Kamis (10/12/2020).

Meskipun sudah memenuhi syarat, tugas lain yang masih menjadi pekerjaan rumah adalah penataan kawasan venue. Ia menyebut, PB PON Sub Mimika perlu mengadakan tenda tim, tenda untuk tim penyelenggara, tribun temporary untuk penonton dan helipad.

Kemudian terkait dengan peralatan dan perlengkapan, Effendi mengolongkan menjadi dua yakni peralatan lomba dan umum. Khusus peralatan lomba, sedang dalam proses dari PB PON XX Papua.

"Saat ini semua sudah berjalan dan kami juga menyiapkan cadangan alat dari luar, sistemnya sewa," jelasnya.

Sementara peralatan umum seperti tenda dan perlengkapan lain menurutnya bisa cepat disiapkan karena berdekatan dengan fasilitas pusat pemerintahan daerah.

Untuk penerbangan, Effendi mengatakan ada dua opsi yang dapat digunakan, helikopter dan pesawat. Jika tidak dapat menggunakan helikopter maka pesawat jadi pilihan.

"Tinggal disurvey saja teknisnya seperti apa, karena saya juga belum survei ke Lanud," ungkapnya.

Test event yang meliputi uji coba venue, peralatan dan sumber daya manusia akan digelar pada Juni atau Juli 2021 mendatang.

Khusus untuk peralatan penerjun semua disediakan oleh atlet sendiri. Sementara panitia lebih kepada alat penilaian pertandingan seperti alat ukur ketepatan penerjunan (electric measuring device), kamera, serta laptop untuk program penilaian dan peralatan penerjun untuk wasit. (Fachruddin Aji)