Pemerintah Indonesia Buka Opsi Perpanjang Kontrak PT Freeport
Presiden Joko Widodo menerima Chairman and Chief Executive Officer Freeport-McMoRan Inc, Richard Adkerson di Washington DC, Amerika Serikat, Selasa (14/11/2023). Foto: Akun IG Jokowi
Presiden Joko Widodo menerima Chairman and Chief Executive Officer Freeport-McMoRan Inc, Richard Adkerson di Washington DC, Amerika Serikat, Selasa (14/11/2023). Foto: Akun IG Jokowi

Papua60detik - Pemerintah Indonesia memberi sinyal bakal memperpanjang kontrak PT Freeport Indonesia (PTFI) di Tembagapura, Mimika Papua hingga 20 tahun usai berakhirnya IUPK tahun 2041 mendatang.

Selain itu, Pemerintah Indonesia berencana menambah kepemilikan sahamnya di PTFI sebesar 10 persen.

Hal tersebut jadi pembahasan saat Presiden Joko Widodo menerima Chairman and Chief Executive Officer Freeport-McMoRan Inc (FCX) Richard Adkerson di Hotel Waldorf Astoria, Washington DC, Amerika Serikat, Selasa (14/11/2023).

"Saya menyambut baik pembahasan mengenai penambahan 10 persen saham Freeport di Indonesia hingga perpanjangan izin tambang selama 20 tahun yang telah mencapai tahap akhir," mengutip akun Instagram Jokowi.

Jika rencana itu berhasil, maka Pemerintah Indonesia akan menambah kepemilikan sahamnya di PTFI dari 51,2 persen jadi 61,2 persen.

Pertemuan itu termasuk membahas mengenai hilirisasi yang dilakukan oleh PTFI. Selain menambang emas dan tembaga, PTFI juga membangun smelter pengolahannya.

Seperti diketahui, progres pembangunan smelter di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik yang dibangun PTFI sudah mencapai lebih 76 persen pada Agustus 2023.

PT Freeport menargetkan pembangunan konstruksinya rampung pada akhir tahun ini dan mulai beroperasi pada Mei 2024.

"Dan pihak Freeport pun menunjukkan komitmennya membangun smelter di lokasi lain di Indonesia, tidak hanya di Surabaya, tapi di Kabupaten Fakfak Papua Barat, misalnya," kata Jokowi. (Burhan)