Pemerintah Kecolongan, Banyak Hewan Endemik Dijual Bebas di Pesisir Mimika
Anggota DPRD Mimika Thobias Albert Maturbongs. Foto : Eka/ Papua60detik
Anggota DPRD Mimika Thobias Albert Maturbongs. Foto : Eka/ Papua60detik

Papua60detik - Diduga banyak satwa endemik Papua yang dibawa keluar dan diperjualbelikan secara bebas di Mimika.

Titus, salah satu warga dari Kampung Pronggo  Distrik Mimika Barat Tengah mengungkap, praktik itu biasanya dilakukan pekerja kapal. Dengan bebas mereka membawa dan menjualbelikan satwa seperti jura-kura moncong babi, burung kakaktua sampai anak buaya.

"Saya sudah pernah tegur pekerja kapal, di kapal dia ada kakaktua putih, mereka bilang sudah beli kepada masyarakat, ada juga kura-kura dan anak buaya mereka bawa," ujar Titus, Senin (16/10/2023). 

Kata Titus, hal itu telah ia sampaikan kepada pemerintah setempat namun seperti tidak ada respon serius. 

Dia berharap agar ada perhatian dari pemerintah daerah dan instansi terkait melindungi habitat satwa.

"Sehingga satwa endemik Mimika tidak dijual bebas ataupun diboyong secara cuma-cuma ke luar Papua," katanya. 

"Tiap kapal masuk pasti ada yang dibawa, kami bisa melarangnya tapi lebih berwenang ya pemerintah untuk langsung turun tangan," lanjut dia. 

Menanggapi itu Anggota Komisi A DPRD Mimika, Thobias Maturbongs membenarkan adanya hal tersebut. Ia mengaku sering mendapat keluhan dari masyarakat. 

"Kasihan mereka tidak tahu mengadu ke siapa," kata Thobias. 

Ia menilai pemerintah telah kecolongan karena tidak adanya pengawasan khusus untuk melindungi satwa-satwa itu. 

"Pemerintah harus awasi, karena itu banyak dijual bebas. Satwa itu perlu dijaga karena merupakan warisan yang ada di bumi ini," pungkasnya. (Eka)