Pemerintah Kembali Menunda Pemulangan Masyarakat Tembagapura
Papua60detik - Janji Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika memulangkan masyarakat tiga kampung Waa Banti, Utikini, Opitawak Distrik Tembagapura sampai saat ini belum juga tunai.
Pemkab Mimika bersama DPRD dan PTFI sebelumnya telah berjanji memfasilitasi kepulangan sebelum perayaan Natal tahun 2020.
Rencana pemulangan kemudian ditunda dengan alasan perlu pengecekan rumah masyarakat di Tembagapura secara langsung. Hasilnya, masyarakat dijanjikan pulang awal Januari.
Tak ada kepastian, masyarakat lalu menduduki terminal bus PTFI di Gorong-gorong pada Kamis (14/1/2021). Hasilnya sama, pemerintah kembali menjanjikan akan memulangkan masyarakat pada Sabtu (16/1/2021).
Lantaran belum siap, rencana pemulangan ditunda pada Senin (18/1/2021) hari ini.
Pantauan lapangan, pada Senin pagi, masyarakat tiga kampung dipimpin Martina Natkime kembali mendatangi terminal bus PTFI, Gorong-gorong sebagaimana jadwal yang disepakati.
Mendapat informasi bahwa Pemkab Mimika masih mengadakan rapat, ratusan masyarakat yang sudah terkumpul diminta untuk kembali ke posko pengungsian di Jalan C. Heatubun menggunakan truk Polres Mimika dan pick up.
Setelah tiba dan menunggu beberapa jam, masyarakat tiga kampung akhirnya bertemu Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob bersama beberapa pejabat pemerintah.
John Rettob menjelaskan alasan pemulangan kembali ditunda karena perlu dilakukan rapid test antigen covid-19 sebagai syarat memasuki wilayah Tembagapura.
Apabila hasilnya dinyatakan negatif, maka masyarakat dijanjikan akan dipulangkan dalam pekan ini.
"Pemeriksaan kesehatan nantinya akan dilakukan di mile 32. Hari ini kami rapat lagi dan data-data warga tiga kampung sudah kami dapatkan. Memang waktu lalu kita putuskan bahwa sebelum masyarakat pulang, semua fasilitasnya harus diperbaiki, tapi karena masyarakat menilai bahwa masih layak maka mulai beberapa hari lalu kita siapkan kepulanganya," ujar Johannes Rettob.
Ia mengatakan, pemulangan dilakukan secara bertahap lantaran bus PT FI hanya memuat 30 orang sesuai protokol kesehatan.
"Kita semua sama-sama berharap agar mudah-mudahan di hari Rabu atau Kamis rombongan pertama sudah mulai jalan. Harus sabar. Jangan marah-marah dan tidak boleh lakukan demo," katanya.
Menanggapi hal itu, perwakilan masyarakat tiga kampung Martina Natkime mengatakan, masyarakat asli tiga kampung telah sepakat dan siap menerima syarat dari Pemkab Mimika untuk bisa sampai di kampung halamannya.
"Masalah bis sudah ok. Sekarang periksa covid-19. Harus periksa baru naik. Semua sudah setuju yang penting kami bisa pulang," ujarnya kepada awak media.
Ia berharap, janji yang dilontarkan Pemkab Mimika kali ini tidak lagi memberikan harapan palsu.
Sebagai warga di wilayah yang kaya akan tambang emas itu, ia mengatakan Pemkab bersama PT Freeport Indonesia sudah seharusnya memberikan perhatian serius.
"Kami mau pulang. Sampai duduk di Gorong-gorong, itu Bupati sudah tanda tangan buat masyarakat pulang ke kampung. Kami tujuan baik mau pulang ke kampung halaman," imbuhnya. (Salmawati Bakri)