Pemilu Kali ini Tidak Ngaruh ke Usaha Konfeksi Lokal
Ronald di ruang kerja konfeksinya yang tampak sepi aktivitas. Foto: Martha/Papua60detik
Ronald di ruang kerja konfeksinya yang tampak sepi aktivitas. Foto: Martha/Papua60detik

Papua60detik - Banyak orang menganggap, perhelatan pesta demokrasi di Indonesia yang dilaksanakan sekali lima tahun akan memberikan dampak positif terhadap pelaku usaha, khususnya usaha konfeksi baju. 

Bagaimana tidak, kampanye pasti akan menurunkan ratusan bahkan ribuan orang dengan berbaju partai politik. Pesannya pasti dari pelaku usaha konfeksi baju. 

Paling tidak, begitulah harapan pemilik usaha Sablon Express Timika, Ronald. Pesta lima tahunan ini adalah kesempatan untuk memperkenalkan usahanya yang terbilang baru dirintis. 

Dan harapan tak selalu sejurusan kenyataan. Sampai saat ini, Pemilu tak berdampak signifikan terhadap perkembangan usaha konfeksinya. 

"Tidak ada. Paling kemarin itu ada dari Partai Buruh pesan sepuluh lembar baju. Mereka (Parpol) mungkin pesan dari luar, ya," ungkap Ronald saat ditemui di tempat usahanya, Senin (30/01/2024).

Hal sama dirasakan pemilik usaha Permata Sablon, Lina di jalan Kartini. Dia bahkan mengeluhkan usahanya sepi dalam empat tahun belakangan. Perkembangan zaman, khususnya persebaran informasi menurutnya jadi faktor penyebab.

"Di media sosial sudah ramai menyediakan jasa sablon dan konfeksi baju, umumnya di luar. Jadi semua pada order di luar, Jawa", terang Lina. 

Dia mengaku heran, orang-orang lebih memilih pesan di luar dibanding pesan di usaha lokal. Dan ia khawatir. Ia punya dua pekerja yang wajib dibayar upahnya. 

Padahal katanya, soal kualitas dan harga sama saja. Pesan di luar malah akan dikenakan biaya pengiriman.

"Kadang ada juga orang datang ke sini bawa barang yang salah. Barang itu dipesan di Jawa, terus minta kita perbaiki. Ada namanya yang salah, nomor atau yang lain. Jadi saya tahu kalau kualitas sama saja dengan di jawa," terangnya. 

Ronald dan Lina berharap sama. Ada kebijakan pemerintah yang memproteksi  pelaku usaha lokal seperti mereka. Kebijakan yang membuat usaha mereka menjadi pilihan utama dibanding di luar daerah.

"Saya sudah sepuluh tahun di sini. Jadi, tidak ada pengaruh, mau partai, Pemilu atau apa pun itu tidak ada. Malah akhir-akhir ini semakin sepi. Jadi untuk pemerintah, tolonglah perhatiannya," pungkasnya. (Martha)