Pemkab Mimika Bentuk Satgas Tangani Wabah Demam Babi Afrika
Papua60detik - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) besama stakeholder terkait membentuk Satuan Tugas (Satgas) penanganan virus African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika yang telah menewaskan ratusan ekor babi di Timika.
Kepala Disnakeswan Mimika, drh Sabelina Fitriani mengatakan tujuan utama dibentuknya Satgas ASF ini untuk memutus rantai penyebarannya.
Baca Juga: Bakal Diresmikan Menkop, Koperasi Merah Putih di Atuka Diproyeksi Jadi Penggerak Ekonomi Lokal
“Jadi kita bertujuan bekerja sama, bagaimana caranya kita mengatasi wabah ini kerena tidak mungkin kita bisa atasi sendiri karena sudah menyangkut banyak hall,” kata Sabelina saat ditemui dikantornya, Kamis (1/2/2024).
Adapun Satgas ini melibatkan beberapa instansi seperti Balai Karantina, Dinas Perhubungan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Polres Mimika, Polsek KP3 Laut, Polsek KP3 udara, Kodim 1710/Mimika, Anggota DPRD, serta kepala-kepala distrik di zona merah penyebaran virus ASF.
Sementara Ketua Komis B DPRD Nurman Karupukaro wabah ASF perlu penanganan serius dan super hati-hati kerena babi ini merupakan pangan bagi banyak warga.
“Supaya cepat terorganisir kemudian terpadu dan selesai dalam waktu dekat. Kalau tanpa sagas kerja sendiri saya pikir tidak akan selesai,” katanya.
Nurman mengatakan langkah pertama yang akan dilakukan Satgas ini adalah menutup sementara mobilisasi tenak babi baik keluar maupun masuk Mimika.
Data terbaru Disnakeswan, per Kamis 1 Februari kemarin angka kematian ternak bani sudah mencapai 362 ekor. (Faris)