Pemkab Mimika & WVI Perkuat Kapasitas Nakes Layani Anak
Spesialis Kesehatan Ibu, Anak dan Gizi WVI, Veronika Dwi Utami. Foto; Martha/ Papua60detik
Spesialis Kesehatan Ibu, Anak dan Gizi WVI, Veronika Dwi Utami. Foto; Martha/ Papua60detik

Papua60detik - Wahana Visi Indonesia bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Mimika adakan pertemuan program Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) tahun 2024, Jumat (06/12/2024). 

Spesialis Kesehatan Ibu, Anak dan Gizi WVI, Veronika Dwi Utami menyebut program ini sudah cukup lama tetapi untuk implementasinya belum maksimal. 

Menurutnya program ini sehingga perlu didiskusikan kembali untuk mengetahui apa yang menjadi kendala di setiap Puskesmas. 

"Karena dinas beranggapan kalau Puskesmas yang ada di kota itu sudah oke, yang kurang oke itu pegunungan dan pesisir, tapi ternyata setelah diskusi sebenarnya sama saja, kota pesisir dan pegunungan tantangannya sama," kata Veronika. 

Adapun tantangan yang dihadapi Puskesmas selama ini adalah banyaknya tenaga kesehatan baru yang belum dilatih terkait penangan penyakit balita, kemudian kekurangan dokter anak atau dokter umum di Puskesmas. Sehingga penanggulangan penyakit yang diderita anak sangat lambat. 

"Pelatihan terakhir itu tahun 2021, sudah kurang lebih 3 sampai 4 tahun lalu. Nakes sekarang ini baru magang, terjun tanpa dibekali kapasitas untuk itu. Sementara tidak semua Puskesmas kebagian dokter. Ini yang harus kita cari bagaimana tanpa dokter anak, para Nakes tetap bisa melakukan analisa terhadap sakit anak," terangnya.

Ia menjelaskan empat penyakit anak yang menjadi perhatian besar pada program MTBS ini adalah sesak pneumonia, diare, sakit telinga, dan demam. Empat penyakit ini adalah penyumbang angka terbesar kematian anak di Kabupaten Mimika. 

Dengan program MTBS ini, bayi yang sakit sudah harus masuk ke poly MTBS dan mendapatkan pelayanan sesuai tata laksana. Nakes yang sudah dibekali kapasitas penanganan akan melakukan analisa sesuai indikator-indikator yang sudah ditentukan. 

"Saat ini kami fokus pada penguatan kapasitas Nakes, sehingga walaupun kekurangan dokter, mereka ini sudah mumpuni dalam menangani dan memberikan pelayanan pada anak," pungkasnya. (Martha)