Pemuda Kamoro Mengaku Siap Perang Demi Pertahankan Hak Ulayat
Front Pemilik Hak Ulayat Mimika menggelar demonstrasi di halaman Kantor DPRK Mimika, Selasa (25/11/2025). Foto: Eka/ Papua60detik
Front Pemilik Hak Ulayat Mimika menggelar demonstrasi di halaman Kantor DPRK Mimika, Selasa (25/11/2025). Foto: Eka/ Papua60detik

Papua60detik - Front Pemilik Hak Ulayat Mimika menggelar demonstrasi di halaman Kantor DPRK Mimika, Selasa (25/11/2025).

Mereka menuntut pemerintah tegas menyikapi persoalan tapal batas di wilayah Kapiraya Distrik Mimika Barat Tengah yang katanya dicaplok m Kabupaten Deiyai.

Ketua Aliansi Pemuda Kamoro (APK) Rafael Taorekeyau menegaskan rela berperang demi harkat dan martabat Mimika. Katanya, pemerintah bertanggungjawab atas wilayah adat Mimika Wee. 

Kata dia, banyak orang mekarkan kampung di atas Mimika Wee tanpa koordinasi dengan pemiliknya. 

"Ini tanah adat kami, Tuhan sudah tentukan. Hari ini kembalikan kami ke Bomberai bukan Meepago. Masyarakat adat pemilik hak ulayat, hanya ada dua pilihan, terima aspirasi kami dan selesaikan atau kami perang," tegas Rafael. 

Ia menyebut, dari Nakai sampai Potowayburu, Kapiraya adalah bagian dari Kabupaten Mimika. Mimika bukan tanah kosong, Mimika Wee berhak atas tanah dan dusun mereka. 

Ia menuntut, sebelum Natal 2025 pemerintah daerah Deiyai dan Mimika selesaikan masalah tapal batas. 

Hingga berita ini dimuat, aksi tersebut masih berlangsung, para pejabat dari Ketua dan anggota DPRK, Wakil Bupati dan Bupati Mimika hingga dan anggota Forkopimda hadir menerima massa. (Eka)