Pemulangan Pengungsi Tembagapura Tertunda Lagi, ini Alasan Pemerintah
Papua60detik - Para pengungsi Tembagapura yang seharusnya dipulangkan ke kampung halamannya mulai, Senin (18/1/2021) harus tertunda lagi.
Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob menjelaskan, Pemerintah menunda pemulangan warga Tembagapura karena belum melakukan rapid tes.
“Sesuai Instruksi Bupati bahwa untuk memasuki areal PT Freeport maka pelaku perjalanan semua harus melakukan rapid tes bebas covid,” katanya saat ditemui usai rapat di Rumah Jabatan, Senin (18/1/2021).
Ia mengatakan untuk rapid test para pengungsi, pemerintah akan bekerjasama dengan PT Freeport Indonesia. Alat rapid yang dibutuhkan sekitar 2.075 sebagaimana jumlah warga, sementara persediaan pemerintah sangat terbatas.
Pelaksanaan rapidnya pun akan dilakukan bertahap.
“Kalau negatif boleh naik, kalau positif tidak boleh naik,” tuturnya.
Sementara untuk pemulangannya, Pemda juga akan tetap berkoordinasi dengan PTFI untuk menyiapkan bus.
“Satu bus kan hanya menampung 63 orang tapi karena protokol kesehatan jadi hanya setengahnya saja. Jadi tinggal 30 orang satu bus. Misal 5 bus disiapkan Freeport, 150 satu hari, kali aja terus. Begitu juga kesiapan anti gen kita akan secara bertahap,” ungkapnya.
Berdasarkan kesepakatan warga, katanya, yang akan dipulangkan duluan adalah mereka yang sudah memiliki rumah.
Ia telah menugaskan Dinas Pendidikan dan Disdukcapil mendampingi para pengungsi. Yang belum memiliki KTP segera dibuatkan.
“Anak sekolah yang sebenarnya masih harus ikut ujian disini tinggal saja dulu,” katanya.
Untuk pemulangannya nanti kata John akan dilakukan melaui Mile 32. Begitupun dengan tempat rapid testnya juga akan dilakukan di sana. (Anti Patabang)