Pencaker OAP Dilatih Berwirausaha
Pencaker OAP peserta pelatihan kewirausahaan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans). Foto; Martha/ Papua60detik
Pencaker OAP peserta pelatihan kewirausahaan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans). Foto; Martha/ Papua60detik

Papua60detik - 200 orang pencaker Orang Asli Papua (OAP) ikuti pelatihan kewirausahaan yang digelar  Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Mimika, Sabtu (30/11/2024).

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Mimika, Paulus Yanengga mengatakan kegiatan ini adalah pembekalan dasar-dasar kewirausahaan bagi pencaker OAP yang telah mengikuti pelatihan dua bulan lalu. 

Pelatihan meliputi tata kelola uang, cara menghitung laba dan rugi serta pemasaran produk. Pelatihan dasar kewirausahaan ini berlangsung selama tiga hari. 

"Kita sudah latih mereka sebelumnya dan kasih alat ke setiap peserta. Nanti setelah mereka kembali ke tempat masing-masing, mereka bisa kembangkan usaha dan kami akan terus memantau," ujar Yarengga saat diwawancarai. 

Para peserta yang hadir adalah OAP yang telah mengikuti pelatihan, seperti salon (tata kecantikan), barbershop, cetak batako, multimedia dan barista. 

Pj Sekda Mimika, Petrus Yumte mengatakan, pelatihan yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah melalui Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Mimika adalah upaya untuk meningkatkan jiwa berwirausaha bagi pencari kerja (Pencaker) khususnya pencari kerja orang asli papua (OAP) di Kabupaten Mimikα.

Dengan pelatihan kewirausahaan ini diharapkan meningkatkan skill pencari kerja untuk dapat bersaing di dunia kerja. Apalagi di tengah-tengah persaingan dan kesempatan  kerja yang semakin sempit, dibutuhkan jiwa berwirausaha dari setiap Pencaker. 

Katanya, di Kabupaten Mimika saat ini banyak peluang usaha selain harus menjadi karyawan di PTFI atau perusahaan lain. 

"Kita tidak harus menjadi Pegawai Negeri Sipil. Mimika butuh peternak ayam yang profesional, petani sayuran yang handal. Kita lihat, bahkan sekarang kita masih mendatangkan sayur dari luar karena stok di Mimika masih kurang. Kita harus bisa memanfaatkan kesempatan sebagai peluang," ujarnya. (Martha)