Pendapatan Berkurang, Mama-Mama Papua Protes Portal Parkir Pasar Sentral Timika
Unjuk rasa Mama-Mama Papua di Pasar Sentral Timika, Kamis (11/2/2021). Foto: Anti Patabang/Papua60detik
Unjuk rasa Mama-Mama Papua di Pasar Sentral Timika, Kamis (11/2/2021). Foto: Anti Patabang/Papua60detik

Papua60detik - Bagi pemerintah, portal parkir otomatis di Pasar Sentral Timika adalah harapan pundi-pundi PAD dan pengelolaan yang akuntabel.

Tapi bagi sebagian besar pengunjung dan juga pedagang khususnya mama-mama Papua, portal itu memberatkan di tengah makin berkurangnya pendapatan.

Keadaan ini membuat mama-mama Papua berunjuk rasa, Kamis (11/2/2021). Mereka medesak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Mimika membuka portal otomatis dan membiarkan pembeli dan pedagang masuk Pasar Sentral tanpa harus membayar retribusi parkir.

Mama-mama Papua mengaku sejak Disperindag menetapkan retribusi parkir, pengunjung Pasar Sentral mulai berkurang dan berdampak pada pendapatan mereka setiap hari yang juga ikut berkurang.

“Pemalangan ini sudah terjadi sejak tahun lalu pas pemberlakuan retribusi parkir dan sekarang lagi. Mama-mama harapan besar itu untuk ditiadakan dulu untuk sementara karena pembeli berkurang,” kata Mama Rika kepada Papua60detik.

Ia menyadari jika penarikan retribusi parkir memang sudah diatur dalam Perda Kabupaten Mimika Nomor 25 Tahun 2010. Tapi menurutnya penerapannya tidak boleh sepanjang hari, cukup di jam 15.00 saja sampai pasar tutup.

Retribusi parkir juga memabuat para tukang ojek enggan masuk pasar. Akibatnya, tak jarang mama-mama Papua harus berjalan kaki ke luar pasar mencari ojek.

“Bahkan ada mama-mama Papua karena tidak ada pembeli mereka jalan kaki keluar termasuk mama Rika juga pernah jalan kaki pulang ke rumah karena ojek keberatan mau masuk karena harus bayar parkir,” katanya.

Ia juga meminta agar Pemerintah kembali menertibkan pedagang yang masih berjualan di luar Pasar Sentral. Menurutnya semua pedagang harus bersatu di Pasar Sentral. Tidak ada pasar-pasar liar dan pedagang di pinggir jalan.

Kepala Keamanan Pasar Sentral Timika, Charlex Luis Pakage yang hadir memberikan arahan kepada mama-mama Papua mengatakan untuk saat ini portal akan dibuka dulu.

“Setelah mungkin berjalan beberapa bulan depan nanti kita lihat perkembangan, kalau memang bisa memungkinkan untuk kita aktifkan kembali nanti kita aktifkan. Nanti saya masih akan koordinasi dengan pak Kadis terkait pembukaan portal ini sampai kapan. Tapi soal pembukaan hari ini pak Kadis sudah tahu,” ungkapnya.

Ia mengakui jika selama ada portal pengujung di Pasar Sentral Timika memang berkurang. Namun hal ini kata dia bukan hanya dipengaruhi karena adanya portal saja, terapi juga karena adanya pandemi yang mengharuskan semua orang menjaga jarak.

Sementara untuk rencana Disperindag untuk menarik retribusi satu kali setiap hari bagi semua tukang ojek dan pedagang yang berjualan di Pasar Sentral, Charlex mengatakan sampai saat ini masih dalam proses pendataan dan penginputan untuk pembuatan stiker khusus.

“Nanti kita input ke sistem dan kita jalankan itu. Sementara pengetikan,” tutupnya.

Portal parkir itu baru diresmikan, Jumat (29/1/2021) lalu. Tapi penarikan tarif parkir memang sudah berjalan beberpa bulan. Tarifnya, roda dua Rp1.000, roda empat Rp2.000, roda enam ke atas Rp3.000. (Anti Patabang)