Perkubuan Dimana-mana, John Rettob Ajak Bersatu Ciptakan Good Governance
Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob mengecek kehadiran pegawai pada apel pagi di di halaman Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (8/1/2023). Foto: Amma/ Papua60detik
Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob mengecek kehadiran pegawai pada apel pagi di di halaman Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (8/1/2023). Foto: Amma/ Papua60detik

Papua60detik - Isu pecah kongsi di tingkat pimpinan daerah Mimika melebar kemana-mana. Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob mengungkap telah terjadi perkubuan mulai dari lembaga, organisasi kepemudaan, pemerintahan, hingga forum umat beragama.

Padahal kata John Rettob, hubungannya dengan Bupati Mimika Eltinus Omaleng sampai saat ini baik-baik saja. 

"Di pemerintahan (Mimika) lebih parah. Ada (isu) kelompok Bupati dan Wakil Bupati, siapa yang bikin hal-hal ini? Saya tidak mau dengar lagi ada kelompok yang bilang itu orangnya Bupati, Wakil Bupati," tegas John Rettob saat memimpin apel di halaman Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (8/1/2023).

Untuk itu ia mengajak semua pihak bersatu dan bersama menjadikan Mimika lebih baik dengan menciptakan good governance.

Seperti diketahui, putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 143/PUU-XXI/2023 memastikan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Mimika Eltinus Omaleng dan Johannes Rettob (OMTOB) masih akan berkuasa hingga periode keduanya berakhir di tahun 2024.

Bagi Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob , keputusan MK ini kesempatan bagi OMTOB memperbaiki pemerintahan atau paling tidak memberikan kesan baik ke masyarakat di sisa periode mereka.

"Mungkin Tuhan mau memberikan saya dan pak Bupati (kesempatan), biar dalam delapan bulan terakhir memberi kesan yang baik untuk masyarakat Mimika. Mungkin itu Tuhan punya rencana. Sehingga kita harus menerima keputusan ini dan melaksanakannya dengan baik," kata John Rettob, Jumat (22/12/2023) lalu.

Menurutnya, dalam sisa periode pemerintahan OMTOB, ada dua hal yang perlu dibenahi, yakni tata kelola birokrasi dan pelayanan kepada masyarakat. 

Jika dua hal ini bisa dibenahi, OMTOB bisa mengakhiri periode pemerintahannya dengan meninggalkan kesan baik di mata warga Mimika. (Amma)