Persiapan Nataru: Disperindag, Pertamina dan Bulog Bertemu Distributor
Papua60detik - Menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika bersama Pertamina dan Bulog mengadakan pertemuan dengan para distributor.
Pertemuan berlangsung di Kantor Disperindag SP2-SP5, Kabupaten Mimika, Kamis (13/11/2025). Adapun distributor yang hadir adalah distributor sembako, gas LPG, pelaku usaha dan koordinator masing-masing SPBU.
Baca Juga: Dorong Ekonomi Lokal, Kadin Papua Tengah Bakal Gelar Talkshow & Ramah Tamah Bersama Pelaku Usaha
Kepala Disperindag, Petrus Pali Ambaa menjelaskan, pertemuan tersebut guna memastikan ketersediaan kebutuhan Menjelang Nataru. Sesuai informasi dari para distibutor, ketersediaan stok sembako aman.
Khusus untuk BBM bersubsidi, Petrus telah berkoordinasi dengan Pertamina agar tidak terjadi kendala seperti sebelum-sebelumnya, di mana ketika BBM bersubsidi terbatas atau habis dan kondisi BBM non subsidi juga tidak ada.
Petrus mengatakan, belum ada laporan terkait kekurangan komoditi jelang Nataru. Namun, untuk komoditas cabai, susah dipredikasi karena dipengaruhi cuaca. Tetapi pihaknya terus berkoordinasi dengan para pemasok untuk terus memperhatikan ketersediaan stok guna menjaga kestabilan harga.
"Dari laporan para distributor, stok di mereka baik yang sudah ready maupun yang dalam perjalanan, ketersediaan masih cukup menjelang Nataru. Termasuk BBM, kami sudah sampaikan ke Pertamina untuk dapat menjaga ketersediaan demi kebutuhan masyarakat," kata Petrus.
Sementara itu, Sales Branch Manager (SBM) Pertamina Rayon II Papua Tengah, Junaedi Kala menyebut, menjelang Nataru, Pertamina memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) dan minyak tanah di wilayah Timika dalam kondisi aman dan terkendali.
Ia menjelaskan, ketahanan stok minyak tanah saat ini berada di kisaran 10 hingga 15 hari. Untuk ketahanan stok BBM jenis Pertamax mencapai 8 hari, Pertalite 7 hari, Biosolar 3 hari, serta Avtur 13 hari.
Pihaknya juga membentuk Satgas Nataru untuk memantau stok di SPBU dan Jobber. Pertamina akan memantau perkiraan permintaan BBM di SPBU. Jika terjadi peningkatan, Pertamina siap menambah stok di SPBU dan depot agar tidak terjadi kelangkaan
Selain itu, Pertamina menyiapkan layanan ekstra berupa SPBU Siaga dan LPG Siaga. SPBU Siaga akan beroperasi saat terjadi antrean panjang di SPBU. LPG Siaga disiapkan untuk menambah stok jika ada permintaan tambahan, sehingga pertamina akan menambah pasokan ke agen supaya bisa disuplay ke agen yang ada.
"Kita akan tetap koordinasi dengan tim internal kita terkait ketersediaan stok, baik BBM, LPG, untuk direntang aman sampai Natal dan tahun baru berakhir," pungkasnya. (Martha)