Pesan Natal John Rettob: Maknai Kelahiran Yesus, Tetap Sederhana dan Rendah Hati
Papua60detik - Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob meminta warga Mimika khususnya umat Kristiani memaknai Natal tahun ini dengan hidup dalam kesederhanaan.
"Bahwa kita masuk dalam perayaan Natal dimasa pandemi covid tahun kedua. Namun kita tetap memaknai makna Natal dengan bijaksana. Tidak hanya rayakan natal karena tradisi tapi memaknai makna Natal yang sesungguhnya," ungkapnya, dalam rilis media, Sabtu (25/12) pagi.
Beberapa makna Natal yang tidak boleh dilupakan dan harus dihayati menurutnya, Pertama, Natal adalah suka cita besar yang Tuhan karuniakan kepada manusia. Karena Yesus telah lahir ke dunia.
Kedua, Natal mengajarkan manusia berbagi dan peduli kepada sesama meskipun memiliki latar belakang agama, budaya dan tingkat kehidupan sosial yang berbeda
Ketiga, makna Natal sesungguhnya adalah wujud nyata kasih yang tulus diimplementasikan semua umat kristiani dalam tindakan nyata.
Keempat, Natal moment pengucapan syukur kepada Tuhan atas anugerah yang diterima selama ini.
Kelima, berharap lewat Natal manusia diingatkan kembali untuk tetap hidup sederhana dan rendah hati.
"Untuk itu saya berharap natal bukan dibuat dalam kemewahan. Yesus lahir di kandang dalam kesederhanaan. Maknai kesederhanaan dalam hati kita.
Akhirnya saya mengucapkan selamat natal untuk seluruh masyarakat Kabupaten Mimika. Tetap jaga toleransi beragama, hidup rukun dan damai. Kita sudah buktikan Mimika daerah sangat toleransi, mari, kita wujudkan dari Mimika untuk kedamaian Indonesia. Selamat Natal untuk semua masyarakat Mimika, Tuhan Yesus memberkati," katanya.
Jelang akhir 2021, John mengajak masyarakat menjadi lebih baik dalam segala aspek kehidupan.
Menurutnya, wajah Mimika harus ikut berubah menjadi baru, kebiasaan lama ditinggalkan.
"Kita rencanakan pembangunan bukan karena kepentingan tapi kebutuhan. Perbaiki birokrasi. Pada tahun 2022 pemerintah perlu jadi pelayan masyarakat," katanya.
Sementara pada malam tahun baru ia mengajak warga tidak mabuk-mabukan, tidak hura hura.
"Berdoa, jangan hura-hura. Peringati acara tutup tahun secara sederhana," ajaknya.(Burhan)