Pj Bupati Mengaku Belum Dapat Informasi Terhentinya Penerbangan ke Pedalaman
Papua60detik - Penerbangan ke Hoya terhenti hampir tiga bulan sejak penembakan helikopter milik TNI pada November 2024 silam.
Bukan hanya itu, penerbangan ke distrik Alama juga lumpuh hampir tujuh bulan lamanya. Akibatnya masyarakat di wilayah tersebut kesulitan mendapatkan pasukan masakan dari luar dan hanya mengandalkan hasil dari kebun.
Dengan berhentinya penerbangan, masyarakat juga tidak mendapatkan pelayanan publik seperti kesehatan dan pendidikan.
Pj Bupati Mimika, Yonathan Demme Tangdilintin ketika dikonfirmasi mengaku baru akan mengecek langsung ke Dinas Perhubungan untuk mengetahui akar permasalahannya.
"Kalau penerbangan terisolir, bagaimana mau mendapatkan fasilitas kesehatan yang baik. Tetapi kendalanya harus saya ketahui dulu. Kan, banyak faktor. Kalau saya tidak mendapatkan laporan dari Dinas Perhubungan, bagaimana saya bisa menjelaskan secara komprehensif?" pungkasnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Mimika, Jania Basir. Foto: Martha/ Papua60detik
Ditemui terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Mimika, Jania Basir, mengatakan bahwa penerbangan masih terkendala karena status keamanan yang belum terjamin. Saat ini Distrik Hoya, Alama, dan Jila belum ada maskapai penerbangan yang berani masuk.
Di Distrik Hoya, kata Jania sebenarnya sudah ada surat pernyataan dari masyarakat terkait kemanan di wilayah tersebut. Namun, pihaknya tidak bisa memaksa operator masuk ke sana hanya berdasarkan surat pernyataan yang ditandatangani masyarakat.
"Sebenarnya sudah ada surat pernyataan dari masyarakat terkait Hoya, tetapi kami tidak bisa memaksa operator berdasarkan surat pernyataan tersebut. Karena kalau ada apa-apa tentu kita tidak akan bisa bertanggung jawab terkait keamanan di sana," kata Jania saat didwaancarai, Senin (24/02/2025).
Ia mengatakan Dishub tetap berkoordinasi dengan aparat keamanan di distrik-distrik tersebut untuk mendapatkan informasi terbaru terkait keamanan.
"Kita sudah koordinasi dengan pihak keamanan dan mungkin nanti akan dikoordinasikan kembali oleh bupati dan Sekda," pungkasnya. (Martha)