Program MBG, Kepala SMPN 2 Mimika Sebut Bisa Berdampak pada Jam Belajar
Papua60detik - Pasca launching program Makanan Bergizi Gratis (MBG), SMP Negeri 2 Mimika melakukan berbagai persiapan.
Di Kabupaten Mimika memang belum ada sekolah yang kebagian program ini, tapi SMP Negeri 2 memutuskan bersiap lebih dini.
Kepala SMP Negeri 2 Mimika, Oktovina S Titahena mengaku sudah menyediakan tempat cuci tangan, air minum isi ulang, serta ruangan tempat penyimpanan makanan di aula.
SMP Negeri 2 bahkan berencana membentuk tim khusus untuk mengawasi program ini. Sebab sasarannya bukan sedikit, siswa SMP Negeri 2 berjumlah 1017 anak. Dinas Pendidikan katanya telah meminta data seluruh siswa.
Ia berharap program ini berjalan lancar dan tidak mengganggu konsentrasi siswa belajar. Sebab, dengan jumlah siswa sampai ribuan, tentu perlu banyak waktu dan akan berpengaruh pada jam efektif sekolah.
Menurut Oktavina, program MBG ini sebenarnya bagus, tapi teknisnya memang terasa sulit sebab menyasar ribuan siswa.
"Berkaitan dengan itu, tentu kita akan ada tambahan waktu istirahat. Karena tiap siswa mempunyai kecepatan makan yang berbeda-beda. Begitupun kecepatan dia berjalan, berapa menit dia mencuci tangan, lalu berjalan ambil air minum, kembali lagi ke kursinya untuk makan. Dengan jumlah ribuan siswa, tentu akan ada penambahan waktu, Satu jam mungkin kurang," terangnya.
Hingga kini pihak sekolah belum dapat Juknis program MBG. Sebagai contoh, jika modelnya prasmanan berarti siswa sudah harus dilatih berbaris teratur mengambil makanan. Teknisnya beda lagi jika model kemasan kotak.
Ia khawatir program ini nanti malah mubazir karena beberapa faktor. Misalnya belum tentu seluruh siswa menyukai makanan yang disediakan dan akhirnya dibuang. Siswa juga rentan merasa bosan dengan menu makanan yang itu-itu saja.
"Intinya, kita siap dan mendukung. Kalau nanti sudah berjalan pasti akan ada evaluasinya apa yang kurang," pungkasnya. (Martha)