PT Freeport Kirim Tim ke Ajang IFRC
Tim Divisi Occupational Health & Safety (OH&S) – Emergency Preparedness & Rescue (EP&R) PT Freeport Indonesia (PTFI) saat melakukan pelatihan pemadam kebakaran. Foto: Istimewa
Tim Divisi Occupational Health & Safety (OH&S) – Emergency Preparedness & Rescue (EP&R) PT Freeport Indonesia (PTFI) saat melakukan pelatihan pemadam kebakaran. Foto: Istimewa

Papua60detik – PT Freeport Indonesia (PTFI) mengirim 10 anggota terbaik dari Divisi Occupational Health & Safety (OH&S) – Emergency Preparedness & Rescue (EP&R) ke ajang Indonesian Fire Rescue Competition (IFRC) 2021.

Kompetisi ini diselenggarakan oleh kementrian Energi & Sumber Daya Manusia (ESDM) di Kota Yogyakarta, tanggal 25 November – 3 Desember 2021.

Tim PTFI berangkat ke Yogyakarta pada Senin (22/11) melalui Bandara Mozes Kilangin Timika, Papua.

IFRC dibentuk oleh kementrian ESDM pada tahun 1995 bersama para pakar penyelamatan Indonesia.

Kompetisi ini sebagai media pembelajaran, sharing, tolak ukur kemampuan antar perusahaan, sebagai wadah saling belajar satu dengan yang lain, antar tim, berbagi ilmu penyelamatan tingkat lanjut serta teknologi dan kerja sama untuk mencegah korban jiwa dan cidera.

Salah satu tujuan IFRC adalah untuk mempromosikan pencegahan cidera, melalui edukasi dan kesiapsiagaan bagi semua tim dengan memperkenalkan dan membangun konsep penyelamatan tingkat nasional dan internasional.

Setiap tahun beberapa perusahaan tambang, baik tambang migas dan energi, berkumpul bersama untuk saling mengupdate dan berkompetisi dalam hal penanganan suatu kecelakaan kerja. 

Hal ini berdasarkan kesadaran bersama bahwa perusahaan pertambangan memiliki risiko kerja yang sangat tinggi sehingga perlu kesiapsiagaan dalam penanganan, maka tiap perusahaan membentuk Emergency Response Team (ERT) atau Emergency Response Group (ERG) sebagai tim yang selalu siap selama 24 jam dalam menangani setiap keadaaan emergency.

”Salah satu konsep IFRC, diantaranya memperkenankan tim dalam menangani insiden jalan raya (kecelakaan jalan raya). Setiap waktu yang berjalan dalam proses penyelamatan kecelakaan tersebut diberikan skenario yang sama, namun setiap tim dapat menerapkan prosedur dan teknik yang berbeda dalam proses penyelamatan, yang semuanya masuk dalam proses penilaian.” kata Kordinator tim ERG PTFI yang diberangkatkan ke Yogyakarta, Eddy Lesnussa.

Tim ERG PTFI yang dikirim ke Yogyakarta ini telah mengikuti proses pelatihan yang cukup ketat dan telah dilatih untuk memberikan pelayanan tanggap darurat yang cekatan, ditunjang oleh peralatan yang memadai. 

Dari proses pelatihan yang dilakukan sebelumnya, tim diharapkan selalu siap setiap saat merespon kejadian darurat tidak hanya di area kerja PTFI, tapi juga siap merespon dan memberikan bantuan keadaan darurat di daerah setempat. 

“Tim juga dilatih untuk ikut serta dalam ajang Nasional seperti IFRC dan akan menjajal ketangguhannya dalam 8 kategori,” ujarnya. (Fachruddin Aji)