PT Freeport Salurkan 5,3 Ton Bahan Makanan untuk Pengungsi di Bilogai
Papua60detik - PT Freeport Indonesia (PTFI) menyalurkan bantuan berupa bahan makanan sebanyak 5,3 ton ke Bilogai, Kabupaten Intan Jaya.
Bantuan tersebut telah diserahkan ke Keuskupan Timika pada Rabu (24/2/2021).
Bahan makanan sebanyak kurang lebih 5,3 ton itu terdiri dari beras sebanyak 300 karung, mie instan 300 karton, minyak goreng ukuran 20 liter sebanyak 20 gen, susu 40 karton, gula pasir 40 karung, kopi 20 karton dan teh 20 karton.
VP Community Economic Development PTFI, Nathan Kuum memgatakan, bantuan tersebut diberikan setelah PTFI mendapat informasi dan surat permintaan bantuan dari Keuskupan Timika untuk membantu masyarakat di Bilogai, Intan Jaya
Nathan, mengaku prihatin dengan situasi yang sedang dialami masyarakat di sana sehingga langsung merespon surat permintaan bantuan dari Keuskupan Timika.
Menurutnya, bantuan yang diberikan tersebut merupakan wujud komitmen PTFI membantu masyarakat, bukan hanya di sekitar area operasi perusahaan, tapi di seluruh wilayah Papua.
"Kami dari keluarga besar PTFI turut prihatin dengan situasi masyarakat Intan Jaya akibat konflik bersenjata. Kami berharap dan berdoa agar situasi bisa segera pulih," ucapnya.
Vikaris Jenderal Keuskupan Timika, Pastor Andreas Madyo Srijanto menjelaskan, banyak masyarakat yang memilih untuk tinggal di kompleks gereja di Bilogai karena situasi keamanan belum kondusif.
Madyo menyebut berdasarkan data sementara yang diterimanya, sekitar 1000 warga masih sementara mengungsi di kompleks Paroki Bilogai, Kabupaten Intan Jaya.
"Awalnya disebutkan sekitar 600 orang, namun saat ini barangkali sudah ada sekitar 1000 orang yang mengungsi," tuturnya.
Madyo menjelaskan, Keuskupan Timika sudah dua kali menyalurkan bantuan kepada masyarakat di Bilogai.
"Bantuan yang dikumpulkan dari gereja sudah dua kali dikirimkan yaitu kemarin dan hari ini, menggunakan transportasi udara dan didampingi oleh beberapa pastor. Kemudian untuk yang dari PTFI akan kami salurkan lagi," ungkapnya
Ia berharap, situasi Intan Jaya bisa segera pulih sehingga masyarakat yang mengungsi dapat kembali ke rumah masing-masing dan beraktifitas normal kembali.
"Gereja tetap mendukung diadakan solusi yang terbaik untuk kedamaian bagi semua," pungkasnya. (Fachruddin Aji)