Ratusan Warga Mengungsi Akibat Konflik Tapal Batas Kapiraya
Aparat saat apel persiapan patroli dan pendataan pengungsi. Foto: Istimewa
Aparat saat apel persiapan patroli dan pendataan pengungsi. Foto: Istimewa

Papua60detik  –  Polres Mimika bersama personel Brimob Yon B Pelopor Polda Papua Tengah dan TNI melaksanakan pendataan terhadap masyarakat yang mengungsi dari Kampung Kapiraya, Wumuka, dan Wakia,. Warga mengungsi pasca insiden di Kampung Mogodagi.

Kasie Humas Polres Mimika Iptu Hempy Ona mengatakan, hasil pemantauan pada Sabtu, 29 November, pengungsi tersebar pada tiga titik utama yaitu Logpon (Dermaga) Kapiraya, Pantai Wumuka, Pantai Uta. 

Hempy menyebut, total pengungsi terdapat 115 kepala keluarga (KK) dengan estimasi sekitar 600 jiwa. Rinciannya: Kampung Kapiraya: 89 KK, Kampung Wumuka 55 KK dan Kampung Wakia: 19 KK

"Kondisi para pengungsi, secara fisik dalam kondisi masih sehat, tinggal di dalam tenda-tenda darurat di kawasan pantai," katanya.

Sementara untuk kondisi lingkungan pengungsian terlihat buruk. Sanitasi tidak memadai dan keterbatasan pasokan air bersih hingga minimnya ketersediaan bahan makanan. 

Menurutnya, seluruh area pengungsian dalam keadaan aman dan kondusif. Tidak ditemukan gangguan kamtibmas.

Pemerintah Distrik Mimika Barat Tengah juga  hadir di lokasi, mengimbau masyarakat tetap tenang dan menunggu tindak lanjut Pemerintah Kabupaten.

Kondisi pengungsian butuh penanganan segera, terutama distribusi logistik seperti bahan makanan, air bersih, obat-obatan. (Eka)