Rayakan Hari Guru, Kepala SLB Suarakan Kesejahteraan
Penampilan para siswa dengan keterbatasan menjadi salah satu persembahan untuk para guru yang mengajar mereka selama ini.
Namun, di balik perayaan perayaan tahunan ini, Kepala SLB Negeri Mimika, Sunardin menyuarakan kesejahteraan para guru.
Baca Juga: SMA Negeri Meepago Hadapi Krisis Air Bersih
"Hari ini berkaitan dengan perayaan hari guru, saya sebagai kepala sekolah tentunya selalu menyuarakan untuk kesejahteraan guru yang ada pada saat ini. Karena ketika mereka merasa tidak sejahtera dengan beban kerja yang ada, bisa saja mereka meninggalkan sekolah ini," kata Sunardin saat diwawancarai,
Ia menjelaskan saat ini ada 22 orang guru yang tersedia, lima di antaranya PNS dan PPPK dan selebihnya adalah tenaga honorer dengan gaji Rp1.250.000 sebulan. Menurutnya, nilai itu sangat jauh dari kata sejahtera. Sehingga kata mengabdi sangat pantas diberikan bagi para guru yang masih melayani tanpa memandang gaji.
Sunardin meminta perhatian Pemkab dan Pemerintah Provinsi supaya para tenaga honorer ini diberi peluang menjadi PNS, PPPK, atau tenaga kontrak. Meskipun secara regulasi SLB adalah kewenangan provinsi tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa sekolah itu melayani anak-anak Timika.
"Saya selalu menyampaikan bertahan sampai akhir Desember ini. Kalau memang tidak ada perhatian, tidak ada kesempatan yang lebih baik, minimal di kesejahteraan dulu karena butuh hidup," terangnya.
Bukan hanya menuntut kesejahteraan, Nurdin juga berharap kepada para guru selalu meningkatkan kompetensi dalam menagajar apalagi di era digitalisasi. Guru juga diharapkan melayani dari hati sebab beban kerja di SLB berbeda dengan sekolah biasanya.
"Guru-guru senantiasa saya ingatkan untuk kontrol emosi, tetap sabar jangan sampai ada hal-hal yang berkaitan dengan bullying. Mereka di sini berbeda dengan sekolah yang lain solanya," pungkasnya. (Martha)