Ribuan Warga Jila Mengungsi, Masyarakat Desak Penarikan Militer Non Organik
Papua60detik – Ribuan warga dari tujuh kampung di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah terpaksa meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke pusat Distrik. Ketakutan dan trauma mendalam masih terasa akibat kehadiran militer non organik yang beroperasi di wilayah tersebut.
Perwakilan masyarakat Jila, Oto Tsolme mengungkapkan, lebih dari seribu jiwa kini hidup dalam ketidakpastian.
“Masyarakat trauma dengan situasi ini. Kami semua terpaksa mengungsi,” ujar Oto.
Oto menjelaskan, insiden itu terjadi pada Sabtu (1/11/2025) malam, ketika masyarakat sedang menghadiri rapat klasis gereja. Di tengah kegiatan tersebut, terjadi kontak senjata yang menimbulkan kepanikan.
“Tidak ada korban dari warga sipil, korban berasal dari pihak TPNPB,” jelasnya.
Sejak kejadian itu, aktivitas masyarakat lumpuh total. Layanan kesehatan dan pendidikan berhenti, sementara penerbangan pesawat subsidi pun terhenti.
“Anak-anak tidak sekolah, warga sulit berobat. Kami hanya ingin kembali hidup tenang,” katanya.
Tokoh masyarakat lain, Elly Dolame, menegaskan bahwa mereka menunggu langkah nyata dari pemerintah.
“Kalau dalam minggu ini tidak ada respon, kami akan melakukan aksi. Ini persoalan kemanusiaan,” tegasnya.
Pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRK Mimika, Selasa (4/11/2025), masyarakat Jila menyampaikan beberapa tuntutan penting:
Meminta DPRK dan Pemerintah Kabupaten Mimika segera turun langsung melihat kondisi keamanan masyarakat sipil di Distrik Jila.
Meminta Dandim Mimika menarik pasukan TNI tambahan dari wilayah Jila, karena kehadiran pasukan tersebut dinilai memicu peristiwa penembakan.
Mendorong DPRK, Pemerintah Daerah, TNI, dan Polri untuk duduk bersama mencari solusi terbaik agar insiden serupa tidak terulang dan kehidupan masyarakat sipil dapat kembali normal.
Meminta perhatian dan bantuan sosial bagi warga yang terdampak langsung oleh peristiwa tersebut.
“Yang kami inginkan hanya rasa aman dan kehidupan yang layak di tanah kami sendiri,” tutup Oto. (Eka)