Sambut Tahun Baru 2026, ini Imbauan & Harapan Kepala Suku Besar Meepago
Melkias Keiya Kepala Suku Besar Wilayah Meepago Provinsi Papua Tengah. Foto : Melkias For Papua60detik
Melkias Keiya Kepala Suku Besar Wilayah Meepago Provinsi Papua Tengah. Foto : Melkias For Papua60detik

Papua60detik - Masyarakat di wilayah adat Meepago bersiap menyambut pergantian Tahun Baru 2026 dengan penuh kegembiraan dan harapan baru. 

Suasana perayaan mulai terasa di Nabire, Dogiyai, Deiyai, Paniai, Intan Jaya, Mimika, hingga Puncak, dan Puncak Jaya.

Berbagai kegiatan doa, ibadah syukur, serta perayaan perayaan yang dilaksanakan di seluruh kabupaten, menciptakan suasana hangat dan kebersamaan menjelang 1 Januari 2026.

Namun demikian, memasuki akhir tahun, masyarakat juga diimbau untuk tetap mewaspadai potensi gangguan keamanan dan keselamatan masyarakat (Kamtibmas) yang kerap meningkat pada momen perayaan besar.

Persoalan Kamtibmas yang sering terjadi pada malam pergantian tahun, diantaranya pertama, penggunaan petasan secara sembarangan yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain. Kedua, Konsumsi minuman berlebihan yang berpotensi memicu kerusakan dan kecelakaan. Ketiga, berkendara roda dua maupun roda empat dalam kondisi tidak sadar atau mempengaruhi alkohol. Keempat, Meningkatnya risiko aksi begal dan pencurian yang memanfaatkan situasi keramaian.

Tingginya mobilitas masyarakat pada malam tahun baru dinilai perlu diantisipasi bersama agar perayaan berlangsung aman, tertib, dan penuh kedamaian.

Menyikapi situasi tersebut, Kepala Suku Besar Wilayah Meepago Provinsi Papua Tengah, Melkias Keiya menyampaikan imbauan resmi kepada seluruh masyarakat agar tetap menjaga keamanan selama perayaan Tahun Baru.

"Hati-hati terhadap pemasangan dan penggunaan petasan. Hindari minuman beralkohol yang berlebihan. Jangan berkendaraan roda dua maupun roda empat dalam keadaan tidak sadar atau mempengaruhi alkohol karena sangat membahayakan nyawa," tegas Melkias dalam keterangan tertulisnya yang di terima papua60detik.id Selasa (30/12/2025).

Keiya juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap tindak kriminal.

"Waspadai pula tindakan begal dan pencurian yang bisa terjadi kapan saja. Saya mengimbau seluruh masyarakat Meepago untuk merayakan Tahun Baru dengan aman, tenang, dan bertanggung jawab," tambahnya.

Dalam pesannya, Keiya juga menyampaikan doa dan harapan bagi seluruh masyarakat Meepago.

“Dengan menyambut Tahun Baru 1 Januari 2026, semoga setiap kita memperoleh keuntungan, kesehatan, dan berkat bagi keluarga masing-masing. Tuhan Ugatame selalu menyertai langkah kita di tahun yang baru,” ujarnya.

Lebih lanjut, katanya, pergantian tahun menjadi momentum refleksi dan optimisme bagi masyarakat Meepago. Wilayah ini memiliki potensi besar dalam pembangunan sosial, budaya, serta pemberdayaan masyarakat yang terus tumbuh dari Nabire hingga kabupaten-kabupaten lainnya.

"Melalui kerja sama antara masyarakat, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan lembaga adat, perayaan Tahun Baru 2026 diharapkan dapat memperkuat persatuan serta menciptakan lingkungan yang aman dan damai," katanya. 

Dengan semangat kebersamaan dan kewaspadaan, ia mengajak, masyarakat Meepago siap menyambut lagu Tahun Baru 2026 secara aman dan penuh makna. Seluruh pihak diimbau untuk mengutamakan keselamatan, menjaga, dan menciptakan suasana perayaan yang kondusif.

"Selamat Tahun Baru 2026 untuk seluruh masyarakat Meepago. Tuhan Ugatame menyertai kita semua," pungkasnya. (Elia Douw)