Siswa SATP Belajar Bertani Sayuran Hidroponik
Papua60detik - Ciptakan jiwa yang entrepreneur sejak dini Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) mengajarkan siswa bertani sayur mayur dengan menggunakan sistem pertanian modern hidroponik.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan Enterpreneurship SATP, Elpianus mengatakan saat ini sayur hidroponik yang ditanam siswa di lokasi sekolah asrama taruna telah masuk panen perdana
Ia mengatakan latar belakang dilaksanakannya program pendidikan dengan sistem pertanian modern hidroponik ini dikarenakan melihat latar belakang masyarakat atau anak-anak di tempat ini yang secara umum meramu makanan dan juga hanya menghabiskanya dalam waktu sehari saja.
Untuk itulah, melalui UPT entrepreneurship ini dapat memberikan satu pemahaman baru bahwa harus ada investasi ke depan.
"Jadi makanan, segala sesuatu yang diproduksi tidak hanya untuk dihabiskan sekali untuk sehari tetapi untuk investasi," ujar Elpianus saat panen perdana sayuran hidroponik, Kamis, (23/11/2023).
Lanjut Elpianus, melalui sayuran hidroponik sebagai salah satu produk modern hidroponik menjadi bagian dari investasi siswa-siswi ke depan.
Melalui pendidikan enterpreneur ini juga siswa-siswi belajar untuk tidak hanya puas dengan kebutuhan atau pengetahuan sesaat saja, tetapi untuk pengembangan baik pengetahuan teori tetapi juga karakter.
Dengan pembelajaran enterpreneur ini, diharapkan siswa-siswi mampu membiayai hidup mereka. Bukan saja keluarganya, bahkan untuk masyarakat.
Adapun pembelajaran enterpreneur ini diikuti oleh siswa-siswi Kelas 4 sampai 6 SD serta Kelas 7 dan 8 SMP. Siswa-siswi diajarkan cara menanam sayur mayur hidroponik setiap sore mulai jam 15.30 wit sampai 16.30 WIT.
Untuk jenis sayur mayur yang kini ditanam adalah pakcoy dan selada. Ke depan, kata Elpianus akan ditanam jenis lain lagi.
Nantinya, hasil panen sayur mayur hidroponik ini lanjut Elpianus digunakan untuk keperluan konsumsi di asrama SATP dan bisa dipasarkan dengan menggandeng Pak Octo Magai. Di mana, Pak Octo Magai adalah donatur sistim pertanian modern hidroponik di SATP.
Untuk pemasaran ke luar sekolah, juga ke depan bisa dilaksanakan. Namun, tujuan dari pendidikan enterpreneur ini adalah untuk mendidik jiwa kewirausahaan dari siswa-siswi itu sendiri.
"Pemasaran ini bukan menjadi tujuan utama dari kegiatan ini tapi tujuan utamanya adalah pendidikan enterpreneur kepada para peserta didik," jelasnya. (Faris)