SLBN Mimika Rayakan HDI, Anak Disabilitas Punya Kesempatan Sama
Papua60detik - Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Mimika merayakan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2023 di bilangan Jalan Budi Utomo, Timika, Sabtu (20/1/2024).
Temanya, 'Membangun Kesadaran Demi Kesetaraan'. Tema ini sebagai mimpi, anak penyandang disabilitas mendapat kesempatan sama atau setara dengan manusia lain dalam kehidupan bermasyarakat.
"Dan kami punya mimpi, punya niat bagaimana saudara-saudara kami penyandang disabilitas bisa mendapat kesempatan, mendapat ruang sehingga bisa mengeksplor dirinya. Bisa mengembangkan dirinya sehingga dengan wadah seperti ini kami memperkenalkan kepada masyarakat Mimika bahwa kami ada di tengah-tengah masyarakat Timika," kata Kepala SLBN Mimika Sunardin.
"Kami berharap di luar sana tidak ada lagi bullyan, tidak ada lagi kata "ah kamu tidak bisa karena kamu disabilitas" Harapan itu yang kami tidak mau lagi ada di tengah-tengah masyarakat Mimika sehingga masyarakat Mimika bisa setara dengan masyarakat lainnya yang bisa menerima perbedaan," lanjutnya.
Puncak HDI jatuh setiap 3 Desember 2023, namun karena pelbagai kendala, SLBN Mimika baru merayakannya Januari 2024 ini.
Asisten I Setda Mimika Robert Kambu, mengatakan peringatan hari Disabilitas Internasional ini sebagai bentuk pengakuan atas eksistensi penyandang disabilitas sebagai anak bangsa.
Perayaan ini menurutnya untuk membangun kepedulian, menghilangkan stigma miring terhadap penyandang disabilitas serta mendorong kesamaan hak dalam berbagai aspek kehidupan.
"Kita ingin terus membangun kesempatan bagi penyandang disabilitas serta membangun akses pendidikan, kesehatan serta akses pekerjaan dan membangun infrastruktur yang bebas hambatan bagi penyandang disabilitas," katanya.
Dengan peringatan ini dapat membangun kesadaran dan kesetaraan bagi penyandang disabilitas dalam memperoleh kehidupan yang layak.
Ia berharap, penyandang disabilitas di Mimika agar terus meningkatkan kemampuan keterampilan untuk kemandirian bagi diri sendiri tanpa bergantung kepada orang lain untuk mengisi pembangunan di Mimika.
"Disabilitas bukanlah hambatan untuk berprestasi dan partisipasi mewujudkan Mimika yang maju dan sejahtera," pungkasnya. (Eka)