Soal 14 Anggota OPM Tewas di Intan Jaya, TPNPB Bantah Klaim TNI
Papua60detik - Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) sayap militer Organisasi Papua Merdeka (OPM) membantah klaim TNI yang menyebut menewaskan 14 anggota OPM pada operasi di Kampung Soanggama, Distrik Hitadipa, Intan Jaya pada 15 Oktober 2025.
Juru Bicara OPM, Sebby Sambom menyebut, 15 orang tewas pada peristiwa itu dan hanya tiga di antaranya yang merupakan anggota TPNPB.
"Operasi tempur yang dilakukan oleh aparat militer Indonesia di Kampung Soanggama pada 15 Oktober 2025 sekitar pukul 05:00 telah mengakibatkan 15 orang tewas, 3 di antaranya anggota TPNPB Kodap VIII Intan Jaya dan ada satu ibu rumah tangga," ujar Sebby dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Jumat (17/10/2205).
Atas kejadian itu, Sebby lantas meminta aparat militer Indonesia mematuhi hukum humaniter internasional selama melakukan operasi tempur.
Sebelumnya, Satgas Habema menyebut telah menembak mati 14 pasukan TPNPB-OPM pada 15 Oktober di Kampung Soanggama.
Berdasarkan identifikasi Operasi Habema mereka yang tewas, yaitu Agus Kogoya, jabatan Kepala Staf Operasi Kodap VIII/Soanggama, Ipe Kogoya (Adik Kandung Pangkodap VIII/Soanggama), Zakaria Kogoya, pelaku penembakan anggota TNI di Mamba Bawah dan Gamagai, Uripinus Wandagau, Sepi Kobogau, Kaus Lawiya, Napinus Kogoya, Roni Lawiya, Poli Kogoya, Aofa Kobogau, Pisen Kogoya, Meki Murib. Dua lainnya masih dalam proses identifikasi.
Dansatgas Koops Media Habema Letkol Iwan Prihartono mengatakan, TNI telah menguasai dan merebut Markas Besar Kodap VIII pimpinan Undius Kogoya yang selama ini digunakan sebagai pusat perencanaan serangan terhadap aparat dan warga sipil.
Wilayah Soanggama pun dijadikan sebagai Pos Taktis untuk memastikan keamanan dan stabilitas di daerah tersebut tetap terjaga.
"Berdasarkan keterangan Kepala Desa Soanggama, seluruh korban yang tertembak merupakan anggota kelompok bersenjata OPM. Masyarakat juga memberikan informasi tambahan terkait keberadaan beberapa pucuk senjata lain yang saat ini sedang dalam proses pencarian oleh aparat," kata Iwan.
Adapun barang bukti yang disita, yaitu satu pucuk senjata api rakitan dan 4 senapan angin, amunisi berbagai kaliber, satu alat bidik Simons, satu teropong Newcon, dokumen organisasi OPM, atribut bintang kejora, peralatan komunikasi, serta berbagai perlengkapan lapangan. (Eka)