Staf Bawaslu Papua Tengah Palang Kantor, ini Alasannya
Papua60detik - Staf Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Papua Tengah palang kantor, Selasa (8/7/2025).
Mereka menuntut Bawaslu RI menindaklanjuti kasus pemalsuan tanda tangan peserta penerima uang dan dugaan penyalahgunaan anggaran negara sebesar Rp.2,3 miliar oleh beberapa oknum pimpinan sekretariat Bawaslu Papua Tengah dan staff.
"Tindakan ini kami ambil sebagai bentuk kekecewaan kami terhadap Bawaslu RI yang sampai kini belum ada hasil resmi dari Bawaslu RI atas klarifikasi pemalsuan tanda tangan dalam daftar penerima uang pada kegiatan Kirab Bawaslu Provinsi Papua Tengah yang telah dilakukan oleh Tim Inspektorat Bawaslu RI Pada Tanggal 3 sampai 4 Juni 2025," ujar Bastian Dogomo, salah satu staf Bawaslu Papua Tengah dalam keterangan tertulisnya kepada Papua60detik.
Ia menegaskan staf Bawaslu Papua Tengah menantikan proses hukum lanjutan dari Pihak Kepolisian Provinsi Papua Tengah terkait pemalsuan tanda tangan yang merugikan anggaran negara sebesar Rp. 2,3 miliar.
Kasus ini tudingnya melibatkan oknum-oknum dalam di sekretariat Bawaslu Papua Tengah. Bastian Dogomo menyebutkan, dalam daftar penerima uang pada acara kirab Bawaslu tahun 2024 disebutkan 853 orang menerima uang dari Bawaslu Papua Tengah tetapi tanda-tangan dari 853 orang itu diduga dipalsukan.
"Dari 853 orang itu, kami tanya beberapa orang di antaranya satu anggota yang bertugas di pengamanan dan beliau menyatakan bahwa memang menerima uang namun jumlah minimal tidak sesuai dengan apa yang ditulis dalam daftar penerima uang dan juga tanda tangan beliau dipalsukan yang artinya tidak pernah melakukan tanda tangan dalam bukti penerima uang maka yang lainnya pun pasti menerima hal yang sama dimana tanda tangan mereka dipalsukan," ungkap Dogomo.
Ia mendesak pemberhentian dan proses hukum semua oknum yang terlibat pemalsuan tanda tangan
"Kami meminta kepada pimpinan Bawaslu Republik Indonesia agar segera menindak lanjuti hasil pleno ketua dan anggota Bawaslu Provinsi Papua Tengah terkait pemberhentian kepala sekretariat Bawaslu Provinsi Papua Tengah. (Elias Douw)