Tak Terbantahkan, Mimika Sukses Jadi Tuan Rumah Pesparawi XIII
Papua60detik - Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) XIII yang berlangsung di Kabupaten Mimika telah selesai.
Dan tak terbantahkan, event besar gerejawi ini terbilang sukses. Terbukti tak ada kontingen yang mengeluh, 21 kontingen yang hadir semua senang dengan pelayanan panitia pelaksana.
Ketua Panitia Pesparawi XIII, Johannes Rettob bersyukur event yang sempat tertunda di tahun 2020 ini bisa selesai dengan baik. Persiapan yang dilakukan selama kurang lebih tiga tahun tidak sia-sia.
“Ini yang luar biasa sekali. Dan saya ucapkan terima kasih banyak untuk semuanya,” ungkapnya.
Ia berterima kasih kepada media yang terus memberitakan kegiatan Pesparawi XIII, sehingga memberikan peluang bagi Papua untuk menjadi tuan rumah Pesparawi Nasional ke XIV.
“Lebih hebat lagi karena kalian punya berita yang luar biasa kita akan menjadi tuan rumah nasional yang ke XIV . Kemungkinan besar. Karena publikasi dari media yang luar biasa. Terima kasih untuk dukungan penuh,” katanya kepada wartawan.
John Rettob menilai Pesparawi kali ini spesial karena bisa menciptakan toleransi dan mempersatukan masyarakat Mimika dari berbagai suku dan budaya. Ia berharap, event serupa yang menonjolkan toleransi bisa kembali digelar di Mimika.
"Keberagaman, nusantara berbagai agama, ini semua sudah coba kita lakukan dan hari ini kita tutup dengan acara yang termasuk baik. Sukses dan semua kontingen merasa senang, mereka merasa terlayani dengan baik selama mereka di sini, dengan pemeriksaan kesehatan kita juga sudah lakukan dan lain-lain,” jelasnya.
Para juri bahkan menilai, Pesparawi XIII ini sudah berstandar nasional. 12 kategori yang dilombakan diisi penyanyi penyanyi berkualitas. Buktinya, tak satupun peserta mendapat medali perunggu. Hasil ini kata John Rettob sangat membanggakan Mimika sebagai tuan rumah.
Para kontingen yang mendapatkan champion pada setiap kategori lomba akan mewakili Provinsi Papua dalam Pesparawi nasional yang akan berlangsung di Jogjakarta 2022 mendatang. (Anti Patabang)