Tekan Kasus Malaria, Distrik Miru Perkuat Peran 109 Kader
Papau60detik - Distrik Mimika Baru menjadi wilayah dengan kasus malaria tertinggi di Kabupaten Mimika, mencapai 39.532 kasus sepanjang Januari hingga pertengahan Juli 2026.
Upaya menekan angka kasus dan memperkuat intervensi malaria, Kepala Distrik Mimika baru Merlyn Temorubun mengumpulkan perwakilan kader malaria dari 11 kelurahan di wilayah kerjanya, Jumat (21/08/2026).
Sebanyak 109 kader malaria dari 11 kelurahan dan 3 kampung yang dilibatkan dalam upaya penguatan penanganan malaria berbasis komunitas.
Pemerintah Distrik Mimika Baru juga mendorong kader malaria di kelurahan mendapat dukungan pembiayaan berupa biaya transportasi untuk kegiatan lapangan melalui APBD Perubahan. Untuk kader di kampung, Merlyn mengatakan akan diakomodir melalui Dana Desa.
"Untuk segmen ini kami upayakan kader malaria kelurahan mendapatkan pembiayaan dalam bentuk biaya transport di lapangan. Untuk kader di kampung akan masuk dalam alokasi Dana Desa" ujar Merlyn.
Merlyn berharap usulan dukungan untuk penguatan kinerja kader ini dapat disetujui nanti di APBD perubahan. Smeentara itu, beberapa kebutuhan kader malaria di lapangan seperti timbangan, sarung tangan dan Masker diakomodir dari instansi teknis.
Sementara itu, konsultan Malaria UNICEF perwakilan Papua Tengah, Timika -Nabire, Yulizar Kasma mengapresiasi langkah Kepala Distrik Mimika Baru yang memperkuat keberadaan kader malaria di 11 kelurahan wilayah Distrik Mimika Baru.
Menurut Yulizar Kasma langkah ini akan meningkatkan semangat kerja di lapangan untuk melakukan PMO pada pasien malaria, intervensi vektor dan meningkatkan kembali pemeriksaan malaria.
Ia menjelaskan, salah satu faktor penyebab rantai penularan malaria belum terputus adalah ketidakpatuhan warga dalam mengonsumsi obat hingga tuntas. Kondisi tersebut meningkatkan risiko penyakit kambuh sekaligus membuka peluang terjadinya penularan kembali kepada orang lain.
"Warga yang positif malaria tetapi tidak minum obat sampai tuntas berpotensi kambuh kembali dan menularkan kepada orang lain. Untuk itu pemantauan yang lebih masif perlu kembali dilakukan," tegasnya. (Martha)