Tekan Kematian Ternak Babi, Disnakeswan Siapkan 5000 Serum Konvalesan
Papua60detik - Virus African Swine Fever (ASF) semakin menyebar di Kabupaten Mimika. Hingga Rabu (31/1/2024) tercatat sudah 287 ternak babi mati akibat ganasnya virus ini.
Untuk mengurangi angka kematian, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Mimika menyiapkan 5000 serum konvalesan ASF atau serum ScoVet. Serum ini diberikan gratis.
Baca Juga: Bakal Diresmikan Menkop, Koperasi Merah Putih di Atuka Diproyeksi Jadi Penggerak Ekonomi Lokal
Kepala Bidang Keswan Disnakeswan, drh Bakti Erma Surfani mengatakan 5000 serum ScoVet didatangkan secara bertahap setiap hari dari Surabaya.
“Hari ini datang 200 vial, kemudian 200 lagi, dan pada tahap ketiga sekitar 400 ampul, total yang kita datangkan 5000 ampul,” terang Erma saat ditemui wartawan di ruang kerjanya
Untuk satu ampul serum ScoVet berisi 16 ml bisa disuntikan ke 4 hewan ternak, 4 ml per babi dewasa sedangkan untuk anakan babi 1 ml per ekor.
Penyuntikan serum ScoVet dilakukan secara mandiri oleh para peternak. Bagi peternak yang memiliki populasi babi sangat banyak pembagian serum ini dibatasi. Erma berharap serum yang disiapkan bisa mencukupi semua peternak.
“Nanti (peternak) mungkin dia bisa swadaya atau pengadaan sendiri untuk tambahannya, tapi sementara kita kasih,” katanya.
Selain pembagian serum ScoVet Disnakeswan juga membagikan vitamin minum dan vitamin suntik bagi ternak serta obat cacing untuk dicampur dengan pakan ternak.
Disnakeswan Mimika telah memetakan zonasi merah ASF, yaitu Distrik Mimika Baru dan Wania.
Data Disnakeswan, saat ini populasi ternak babi di Mimika mencapai 11.000 ekor. (Faris)