Tempo Institute Bekali Wartawan Timika Teknik Menulis Mendalam
Papua60detik - Setelah berlangsung selama dua hari, mulai Senin (13/7/2026) pelatihan penulisan feature bagi jurnalis di Timika resmi berakhir. Kegiatan ini diselenggarakan Tempo Institute didukung PT Freeport Indonesia (PTFI).
Pelatihan yang diikuti puluhan jurnalis dari berbagai media ini menjadi ruang peningkatan kapasitas, khususnya dalam teknik penulisan serta mendorong lahirnya karya jurnalistik yang lebih mendalam, humanis, dan menginspirasi masyarakat.
Selama pelatihan berlangsung, peserta tidak hanya mendapatkan pembekalan mengenai teknik penulisan feature, tetapi juga didorong menggali lebih dalam berbagai kisah dari Papua yang memiliki nilai penting untuk disampaikan kepada publik. Potensi daerah, keberagaman budaya, serta perjuangan dan kontribusi tokoh-tokoh lokal menjadi sumber cerita bernilai.
Mentor dari Tempo Institute, Philipus Parera, mengatakan masih banyak kisah dari Timika dan Papua yang belum banyak diketahui publik. Oleh karena itu, Jurnalis memiliki peran menghadirkan cerita-cerita tersebut melalui karya jurnalistik yang mendalam.
"Kalau teman-teman ke depan bisa meluangkan waktu untuk menulis tentang orang-orang hebat di Timika dan Papua, itu bisa mengispirasi bagi banyak orang. Di sini juga banyak orang hebat. Negara ini juga barangkali besok-besok dapat sumbangan dari orang-orang ini," jelas Philip saat diwawancarai.
Di tengah perubahan dunia media yang bergerak semakin cepat, Phillip mengingatkan para jurnalis di Papua untuk tetap menjaga semangat dan komitmen dalam menjalankan tugas jurnalistik. Pengaruh algoritma dan dominasi media sosial telah membawa perubahan besar dalam cara berita diproduksi dan dikonsumsi.
Kecepatan menjadi tuntutan utama, sehingga banyak berita kini hadir dalam bentuk yang lebih singkat, sederhana, dan tidak mendalam.
"Saya kira mungkin saatnya setelah ini kita mulai slow down, lebih pelan lagi sehingga kita tidak hanya menyampaikan berita, tetapi kita juga menyampaikan hal-hal lain di balik berita yang menurut saya harusnya sangat penting dan dibutuhkan oleh masyarakat," tegasnya.
Pada hari kedua, Tempo Institute menghadirkan materi tentang pengelolaan media sosial. Materi yang dibahas mencakup strategi pembuatan konten, monetisasi, pengenalan audiens, penentuan sasaran media sosial, serta berbagai bentuk kreativitas yang dapat meningkatkan daya tarik dan keterlibatan pelanggan.
General Superintendent External Relations Corporate Communications PTFI Muhammad Rizal berharap pelatihan ini tidak berhenti sebagai kegiatan dua hari semata, melainkan menjadi awal lahirnya karya-karya jurnalistik berkualitas yang mampu mengangkat potensi, budaya, dan kisah-kisah inspiratif dari Tanah Papua.
"Tentunya kami menunggu karya-karya jurnalistik dari rekan-rekan yang pastinya akan menarik dan bermanfaat juga bagi masyarakat," harapnya.
Peserta pelatihan, Wahyu Welerubun, wartawan Cenderawasih Pos, berharap setelah ini, PTFI dan Tempo Institute mengadakan pelatihan liputan investigasi.
"Pelatihan ini membuka wawasan kami tentang cara melihat sebuah peristiwa dari sudut pandang yang lebih dalam. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut agar kami dapat menghasilkan karya jurnalistik yang tidak hanya informatif, tetapi juga memberi inspirasi bagi masyarakat," harapnya. (Martha)