Terkendala Biaya, Kelurahan Inauga Belum Kantongi Akta Notaris Koperasi Merah Putih
Lurah Inauga, Gerson Rumbarar. Foto: Eka/ Papua60detik
Lurah Inauga, Gerson Rumbarar. Foto: Eka/ Papua60detik

Papua60detik - Kelurahan Inauga Distrik Wania, belum dapat mengambil akta pembentukan koperasi merah putih di Dinas Koperasi dan UMKM Mimika. 

Lurah Inauga Gerson Rumbarar mengatakan, awal Juni lalu pihaknya telah membentuk koperasi merah putih bersama pendamping dari dinas. 

"Beberapa waktu kemarin kami sudah penandatangan tentang akta koperasi merah putih kelurahan Inauga, tinggal saja kami belum bisa ambil aktanya di dinas koperasi karena terkait dengan pembiayaan," ujarnya kepada papua60detik.id, Senin (30/6/2025). 

Selain pembiayaan akta notaris, Gerson bilang ada pembayaran fiskal yang harus dibayar di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). 

"Nah, kami terkendala masalah biaya, sehingga sampai detik ini kami belum bisa mengambil aktanya di dinas koperasi. Memang dibuat oleh akta notaris, tapi pengambilannya di dinas koperasi. Itu yang membuat koperasi merah putih belum berjalan," jelasnya. 

Ia bilang, arahan pimpinan daerah, Koperasi Merah Putih sudah harus siap 27 Juli. Tapi Kelurahan Inauga tidak punya anggaran untuk membayarnya.

"Memang kami (kelurahan) tidak punya anggaran, kalau ada, ya kami pasti bisa ambil. Karena memang betul-betul kelurahan tidak punya anggaran," tegas dia. 

Rencananya, koperasi merah putih itu akan melakukan perekrutan anggota, semuanya lewat rapat bersama dengan pengurus. Kuota yang tersedia maksimal 500 anggota per koperasi yang berada di wilayah kelurahan setempat dibuktikan dengan KTP dan dari RT.

Kata Gerson, ada beberapa jenis usaha. Kelurahan Inauga memilih apotek dan toko sembako menyesuaikan wilayahnya yang berada di tengah kota.

"Kalau perikanan, pertanian tidak bisa. Karena butuh lahan yang cukup luas, sedangkan kami di tengah kota, makanya kami pilih apotek dan toko sembako," ucap dia. 

Koperasi merah putih juga katanya menawarkan harga terjangkau untuk masyarakat, bahkan bisa di bawah harga pasaran. 

"Di bawah harga umum toko-toko, akan lebih terjangkau dan memang itu tujuan dari koperasi merah putih ini," pungkasnya. (Eka)