Terus Wujudkan Papua Damai, FKUB Gelar Silaturahmi dan Doa Bersama
Papua60detik - Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Mimika menggelar acara silaturahmi dan doa bersama di Hotel Cenderawasih 66, Rabu (29/2022).
Acara yang berinti pada doa bersama ini dihadiri para pimpinan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Mimika, tokoh agama, tokoh pemuda, organisasi masyarakat dan organisasi mahasiswa se Kabupaten Mimika.
Ketua FKUB Kabupaten Mimika, Ignatius Adii menyampaikan, tema yang diangkat sampai tahun 2024 ialah "Manusia yang Merencanakan, Tuhan yang Menentukan". Tema itu diangkat mengingat akan adanya gelaran politik serentak secara nasional dengan agenda pemilihan anggota legislatif hingga pemilihan presiden.
Adii menyatakan kegiatan doa bersama dilakukan dengan tujuan agar Papua Damai. Kedamaian dinilainya berasal dari diri pribadi, keluarga hingga ke lingkungan sekitar.
"Jadi dimana-mana harus kedepankan damai dan toleransi. Dan damai yang kita harapkan ialah damai yang datang dari Tuhan. Sehingga kita punya kewajiban untuk terus memanjatkan doa," katanya.
Ia kemudian berpesan dua hal yakni pertama untuk mencari kerajaan Allah dan kebenarannya maka segala sesuatu akan ditambahkan kemudian. Hal kedua yakni ketuklah maka pintu akan dibukakan, mintalah maka akan diberikan.
"Doa merupakan bentuk permintaan kepada Tuhan maka Tuhan akan memberikan yang terbaik menurut-Nya," pungkasnya.
Sementara itu, Asisten Bidang Pemerintahan Setda Mimika, Willem Naa mengingatkan, Kabupaten Mimika adalah kabupaten yang sangat toleran dengan agama dan tradisi yang berbeda-beda.
"Saya juga mengucapkan terimakasih kepada FKUB yang telah berperan aktif untuk menjaga kedamaian Kabupaten Mimika dari hal-hal yang bertolak belakang dari visi dan misi Kabupaten Mimika. TNI-Polri dan Ormas juga kami ajak untuk tetap menjaga kedamaian dan keamanan," ungkapnya.
Doa dinilainya perlu terus dipanjatkan agar Kabupaten Mimika secara khusus dan Papua secara umumnya tetap kuat dalam menghadapi setiap permasalahan yang terjadi. (Rachmat Julaini)