Tiga Prajurit TNI Dilaporkan Gugur dalam Kontak Tembak KKB Nduga
Tampak beberapa unit ambulance disiagakan di Lanud Yohanis Kapiyau Timika untuk evakuasi korban penembakan KKB Nduga, Minggu (26/11/2023). Foto: Amma/ Papua60detik
Tampak beberapa unit ambulance disiagakan di Lanud Yohanis Kapiyau Timika untuk evakuasi korban penembakan KKB Nduga, Minggu (26/11/2023). Foto: Amma/ Papua60detik

Papua60detik - Kontak tembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dengan aparat TNI Satgas Yonif MR 411/Pandawa Kostrad kembali terjadi di Distrik Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, Sabtu (25/11/2023). 

Tiga prajurit dilaporkan gugur dan dua orang lainnya mengalami luka-luka. Tiga prajurit TNI yang dinyatakan meninggal dunia adalah Praka Probo, Pratu Firdaus dan Prada Dermawan. Sementara Praka Gibsan selamat dengan luka tembak di bagian kaki dan Serda Munte tertembak di bagian perut. 

Pangkostrad Letjen TNI Maruli Simanjutak saat dikonfirmasi, membenarkan kejadian tersebut.

Ia mengatakan, proses evakuasi sementara dilakukan ke Kabupaten Mimika.

"Iya benar. Masih proses," singkat Maruli meski tidak mengungkap secara detil, lewat pesan singkat WhatsApp, Minggu (26/11/2023).

Sementara itu, dari laporan yang dihimpun, kontak tembak terjadi pada pukul 12.00 WIT.

Sebelumnya, Satgas Yonif MR 411/Pandawa Kostrad berhasil menggagalkan pasokan dua senjata api dan logistik yang akan dikirimkan ke Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, Minggu (19/11/2023).

Kapen Kogabwilhan III Kol Czi Gusti Nyoman Suriastawa mengatakan dua pucuk senjata api yakni terdiri dari laras panjang jenis M4 dan AR 15. Selain itu, aparat juga menyita senapan angin, solar cell dan logistik lainnya yang akan dikirimkan untuk KST Papua wilayah Nduga Papua Pegunungan. 

"Ini adalah senjata yang sangat berbahaya karena termasuk senjata serbu generasi baru, yang akan digunakan oleh KST untuk membuat kekacauan di Kenyam, Nduga," ujar Suriastawa. (Amma)