Tinjau Infrastruktur Pesisir, Komisi IV DPRK Mimika Soroti Keberlanjutan Fasilitas Air Bersih di Distrik Amar
Papua60detik – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika melakukan kunjungan kerja (kunker) ke wilayah pesisir Mimika, tepatnya di Distrik Amar, Kamis (17/7/2025).
Kunjungan ini difokuskan pada pemantauan langsung terhadap fasilitas infrastruktur dasar, terutama pengelolaan air bersih dan kondisi jembatan yang menjadi penghubung utama antar kampung di distrik tersebut.
Rombongan Komisi IV yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi, Elinus Balinol Mom, bertolak dari Kantor DPRK Mimika sejak pukul 06.30 WIT dan tiba di Distrik Amar sekitar pukul 10.20 WIT. Turut serta dalam kunjungan ini sejumlah anggota komisi, yakni Abrian Katagame, Simson Gujangge, Risal Patadan, dan Amos Jamang.
Setibanya di lokasi, rombongan Komisi IV langsung meninjau dua fasilitas pengelolaan air bersih yang telah dibangun oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mimika. Fasilitas ini dibangun dengan teknologi pengolahan air payau agar dapat menjadi air siap konsumsi bagi warga pesisir.
Ketua Komisi IV, Elinus Balinol Mom, mengungkapkan bahwa kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari sejumlah laporan masyarakat terkait dugaan adanya kendala dalam pembangunan dan distribusi fasilitas air bersih. Namun setelah melihat langsung kondisi di lapangan, pihaknya justru memberikan apresiasi atas kinerja Dinas PUPR yang dianggap telah membangun fasilitas dengan cukup baik.
“Saya pikir ini sangat luar biasa. Pemerintah dalam hal ini Dinas PUPR sudah membangun dengan baik, tinggal bagaimana masyarakat bisa menikmati fasilitas ini secara maksimal. Kami tetap berharap ada masukan dari masyarakat, sebab jika ada kendala dalam distribusi, atau jika sistemnya belum berjalan optimal, maka itu yang akan kami bawa untuk evaluasi bersama,” ungkap Elinus.
Ia juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat untuk menyampaikan persoalan-persoalan teknis maupun kebutuhan lanjutan kepada DPRK melalui Komisi IV, agar dapat dijadikan dasar dalam mendorong perbaikan layanan ke depannya.
“Mungkin pemerintah sudah bangun, tapi ada keterlambatan atau kekurangan dalam sistem distribusi ke rumah-rumah. Nah, itu yang bisa disampaikan supaya bisa diperbaiki. Kita tidak ingin fasilitas ini hanya jadi simbol, tapi benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat Amar,” tegasnya.

Anggota Komisi IV lainnya, Rizal Patadan, turut memberikan catatan dalam kunjungan tersebut. Menurutnya, meskipun fasilitas air bersih sudah selesai dan siap digunakan, tantangan justru berada pada fase operasional pasca serah terima dari kontraktor kepada pemerintah distrik.
“Dalam waktu dekat operator yang selama ini mendampingi akan meninggalkan lokasi, karena masa tugasnya selesai. Kalau tidak ada petugas lokal yang disiapkan untuk mengelola, maka bisa saja fasilitas ini berhenti beroperasi. Kita tidak mau nanti kembali ke sini, air bersih sudah tidak jalan,” ujar Rizal.
Ia mengingatkan pentingnya pelatihan teknis kepada operator lokal agar sistem pengolahan air bersih yang tergolong canggih ini bisa terus berjalan tanpa ketergantungan pada pihak ketiga.
Fasilitas air bersih yang dibangun di Distrik Amar merupakan bagian dari program strategis Pemkab Mimika dalam menjawab tantangan akses air bersih di wilayah pesisir.
Air baku yang digunakan berasal dari sumber air payau, kemudian diolah dengan teknologi khusus sehingga menghasilkan air layak konsumsi yang memenuhi standar kesehatan.
Menurut laporan pihak ketiga, seluruh instalasi dan proses pengolahan telah selesai dikerjakan dan saat ini hanya menunggu waktu peresmian.
Komisi IV DPRK Mimika memastikan akan terus mengawal proses pengelolaan dan pemanfaatan fasilitas ini, agar tidak berhenti pada seremonial peresmian semata, namun benar-benar bermanfaat secara berkelanjutan bagi masyarakat Amar.
Anggota Komisi IV lainnya, Simson Gujangge, menambahkan bahwa kehadiran mereka di Distrik Amar merupakan bentuk komitmen DPRK Mimika dalam memastikan pemerataan pembangunan sampai ke wilayah pesisir dan terluar.
“Kami datang bukan hanya melihat, tapi mendengar langsung keluhan masyarakat. Harapan kami, seluruh pembangunan yang sudah dilakukan pemerintah benar-benar dirasakan oleh rakyat. Termasuk air bersih ini, harus menyentuh rumah-rumah, jangan hanya ada instalasinya tapi tidak mengalir,” ujarnya.
Komisi IV berjanji akan terus memantau dan memperjuangkan aspirasi masyarakat pesisir agar pembangunan tidak hanya berpusat di wilayah perkotaan, tetapi juga menyentuh kampung-kampung yang selama ini sulit dijangkau. (Faris)