Tinjau IPN PT Freeport, Wapres: Pendidikan Vokasi Penting untuk Bangun SDM
Presiden Direktur PTFI Tony Wenas mendampingi Wapres Ma’ruf Amin meninjau IPN di Kuala Kencana, Rabu, (12/07/2023). Foto: Faris/ Papua60detik
Presiden Direktur PTFI Tony Wenas mendampingi Wapres Ma’ruf Amin meninjau IPN di Kuala Kencana, Rabu, (12/07/2023). Foto: Faris/ Papua60detik

Papua60detik – Sebagai bagian dari rangkaian kunjungan kerjanya di Provinsi Papua Tengah, Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mengunjungi dan menyapa para peserta didik Institut Pertambangan Nemangkawi milik PT Freeport Indonesia (PTFI) di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Rabu, (12/07/2023).

Wapres mengatakan, dalam upaya revitalisasi pendidikan, beberapa strategi telah diadopsi oleh pemerintah. Salah satunya adalah mendorong transformasi pendidikan dan pelatihan vokasi dari hulu ke hilir, dimana fokus tidak hanya pada aspek teoritis, tetapi juga pada aplikasi praktis dalam dunia nyata, memperkuat link and match antara lembaga pendidikan dan pelatihan vokasi dengan sektor industri, serta melakukan transformasi Balai Latihan Kerja (BLK) dengan menggandeng berbagai pemangku kepentingan yang menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan vokasi.

“Sangat diharapkan agar dukungan dari dunia industri, seperti PT Freeport Indonesia tidak hanya terbatas pada program Corporate Social Responsibility (CSR), tetapi juga melibatkan kolaborasi yang berkelanjutan. Negara-negara maju telah mengakui pentingnya pendidikan vokasional dalam membangun Sumber Daya Manusia yang berkualitas. Oleh karena itu, Indonesia juga harus ikut serta dalam proses serupa guna meningkatkan kualitas tenaga kerja,” jelasnya.

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas, menegaskan komitmen PTFI untuk terus meningkatkan pendidikan di Papua. Tony memaparkan, Sejak 2003 sudah kurang lebih 4.000 siswa yang dididik IPN dan sekitar 3.000 sudah bekerja di PTFI. 

"Ini merupakan bentuk lembaga pendidikan vokasi untuk kebutuhan industri," katanya. 

Tony menyampaikan, Institut Pertambangan Nemangkawi adalah BLK bertujuan memberikan pendidikan kepada generasi muda Papua.

Di lembaga ini, mereka dapat mengikuti pelatihan kerja, seperti program magang, selain program pelatihan untuk menjadi operator pertambangan dan mengembangkan kemampuan lainnya. Hal ini bertujuan agar mereka menjadi tenaga kerja terampil atau skilled worker yang siap untuk bekerja baik di PTFI maupun di perusahaan-perusahaan lainnya. 

"Sehingga ketika mereka mulai bekerja, baik di PTFI maupun di perusahaan lain, mereka telah memiliki kesiapan dalam melaksanakan tugas sebagai tenaga kerja terampil," katanya.

Di IPN saat ini total ada 39 siswa aktif dan sebagian besar adalah anak asli Papua. Siswa yang menempuh pendidikan di IPN mendapatkan uang saku Rp2.5 juta, mendapatkan THR, jaminan kesehatan dan juga dan makan tiga kali sehari, fasilitas mewah lainnya.

"Metode pelatihannya adalah pengembangan pelatihan kelas dan praktek kerja lapangan serta pendampingan yang melekat bersifat teknis dan non teknis," terang Tony.

Selesai melakukan kunjungannya di IPN Wapres dan rombongan menuju RSUD Mimika untuk meninjau secara operasi bibir sumbing dan katarak. (Faris)