TPNPB-OPM Akui Tembak Guru di Ilaga, ini Alasanya
Ilustrasi senjata api
Ilustrasi senjata api

Papua60detik - Seorang guru inisial AT di Kabupaten Puncak, Papua Tengah meninggal dunia setelah ditembak oleh TPNPB-OPM pada Selasa (24/12/2024) sekitar pukul 18.40 WIT. 

AT ditembak di kios samping Polres Puncak, Jalan Kago Kimak, Kampung Kimak, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah. 

Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Candra Kurniawan mengungkap, AT ditembak saat menutup kiosnya. Tiba-tiba muncul anggota OPM dan langsung menembak korban yang mengenai dada. Korban meninggal dunia meskipun sempat dievakuasi ke RSUD Ilaga.

"OPM sebagai pelaku penembakan ini telah menodai perayaan Natal warga. Saat ini pengejaran dilakukan oleh aparat keamanan TNI Polri," ujar Candra dalam keterangannya. 

Pasca kejadian, katanya aparat keamanan langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku. Ia mengatakan  bahwa OPM juga mengancam warga lainnya yang sedang dalam nuansa Natal.

Sementara itu, TPNPB-OPM Kodap XVIII mengaku bertanggungjawab atas penembakan atas komando Numbuk Telenggen itu 

"Penembakan tersebut dilakukan oleh pihak kami dan kami siap bertanggung jawab dalam penyergapan tersebut," ujar Juru Bicara OPM Sebby Sambom dalam keterangannya. 

Mereka menuding AT sebagai intelijen yang menyamar sebagai guru. 

"Kami telah mengikuti korban yang bernama Andarias dan ia benar-benar terlibat dalam pergerakan militer Indonesia di Ilaga dan bekerja sebagai guru untuk mencari tahu keberadaan pasukan TPNPB di Ilaga atau wilayah konflik bersenjata," kata Sebby.

Sebby mengaku Markas Pusat KOMNAS TPNPB sudah pernah umumkan sejak awal  bahwa TPNPB akan menembak mati tenaga medis, guru, tukang ojek dan pedagang yang memasuki wilayah-wilayah konflik bersenjata di tanah Papua. (Eka)