Urban Farming: Cara Mudah Berkebun di Pekarangan Sempit
Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mimika, Nyoman Dwitana, foto; Martha/Papua60detik
Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mimika, Nyoman Dwitana, foto; Martha/Papua60detik

Papua60detik - Memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam tanaman pangan secara mandiri tentu memiliki keuntungan dan menjadi kebanggaan tersendiri.

Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mimika, Nyoman Dwitana, menyebut dari pekarangan bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan serta memiliki nilai jangka panjang apabila dilakukan secara efisien. 

"Pada wabah corona lalu, Kementerian menyarankan seluruh keluarga menanam tanaman pangan di pekarangan rumah masing-masing," ujarnya saat diwawancarai, Rabu (04/09/2024). 

Hingga saat ini, Dinas Ketahanan Pangan selalu mensosialisasikan dan mendukung program family farming ini. Tujuannya adalah untuk menjaga ketahanan pangan keluarga, seperti keperluan dapur rumah tangga hingga tanaman obat-obatan. 

"Manfaatnya banyak. Selain pekarangan lebih hijau, Ibu-ibu tidak perlu ke pasar lagi hanya untuk beli sayur satu ikat, mestinya itu bisa dipenuhi dari pekarangan. Jeruk nipis misalnya, bisa memenuhi kebutuhan satu RT sekaligus menjalin silahturahmi sesama tetangga," tambahnya. 

Menurutnya, banyak tanaman yang bisa ditanam di pekarangan rumah dengan memanfaatkan bahan-bahan bekas sebagai wadah. Misalnya sawi ditanaman di ban bekas cabai ditanam di polybag, kangkung di ember bekas, dan lainnya. Atau misalnya kangkung digabung dengan kolam, sehingga kotoran ikan bisa jadi pupuk. 

Namun, seperti diketahui, banyak masyarakat yang tidak memiliki pekarangan yang mencukupi. Nyoman menyebut hal itu bisa diakali dengan inovasi kekinian yang disebut dengan urban farming. Misalnya, pagar rumah juga bisa dimanfaatkan untuk mengantungkan polybag dengan pemerlihaan yang lebih mudah.

"Ini juga salah satu bentuk kelola tata ruang.  Sekarang ini sudah banyak inovasi menanam tanaman tanpa harus menggunakan tanah. Atau tanpa memiliki tanah yang luas," terangnya. 

Bukan hanya pekarangan rumah tangga, Nyoman menyebut bahwa kantor-kantor pemerintahan atau swasta juga didorong untuk melakukan hal sama. Dan bagi developer perumahan, sudah sebaiknya memikirkan lahan hijau serta membuat kolam resapan. (Martha)