Usai Prosesi Adat, Jalur ke Bandara Baru Diberi Nama Jalan Yan Magal
Papua60detik - Jalur dari Bundaran Petrosea ke Bandara Baru (perbatasan jalan C. heatubun) kini diberi nama Jalan Yan Magal. Nama tersebut akan dipatenkan dalam peraturan Bupati.
Bupati Mimika, Johannes Rettob menyebut pemberian nama itu atas jasa yang bersangkutan yang telah memberikan tanahnya untuk pemerintah, mendukung pembangunan.
Kepala Dinas PUPR Mimika, Inosensius Yoga Pribadi mengatakan jalan tersebut sebelumnya sempat dipalang. Pemalangan dilakukan oleh sebagian keluarga yang tidak mendapat bagian dari ganti rugi yang diberikan pemerintah dulu. Namun, setelah negosiasi, pemilik tanah meminta prosesi adat bakar batu dan ibadah syukur didahulukan.
"Setelah itu, keluarga menyerahkan kepada pemerintah terkait mekanisme perhitungan ganti rugi lahan yang mereka ajukan. Jadi tetap mendorong sesuai dengan ketentuan pemerintah," ujar Yoga Pribadi.
Ia menjelaskan, Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan yang akan menghitung nilai tanah. Soal jumlah ganti rugi yang akan dibayarkan pemerintah, Yoga mengaku harus menunggu perhitungan appraisal dari dinas terkait, sebab masyarakat tidak menerima cara perhitungan yang lama.
Sabtu (14/02/2026), Pemkab Mimika bersama pemilik tanah mengadakan doa dan acara dat pembukaan pemalangan jalan Bundaran Petrosea Tembus Bandara Baru, Sabtu (14/02/2026).
Pada kesempatan tersebut, Johannes Rettob mengatakan acara adat ini sebagai simbol pembangunan Kabupaten Mimika. Ia mengaku, waktu pembangunan jalan ini, pemerintah tidak berkoordinasi baik dengan pemilik tanah.
"Kita terus membangun tanpa ada persetujuan dari masyarakat. Beberapa hari lalu kita sudah lakukan persetujuan bersama dan kita sudah menandatangani berita acara dengan mama Yuliana (pemilik tanah)," ujar Johannes Rettob.
Ibadah ini diperuntukkan untuk leluhur dan almarhum Yan Magal sebagai orang yang menggarap tanah dan memberikan untuk pemerintah demi pembangunan. Buoati berharap, masyarakat khususnya anak-anak Amungme yang tinggal di lokasi ridak lagi menghambat pembangunan jalan.
"Berikan kepercayaan kepada pemerintah untuk kita bangun Mimika ini bersama-sama. Hari ini kita sama-sama menuntaskan persoalan ini. Kita bangun untuk kita pakai bersama-sama," tambahnya.
Sementara, Yuliana Magal mewakili pemilik tanah mengatakan sengaja meminta Pemkab mengadakan doa, ibadah dan makan bersama. sebagai ucapan syukur supaya tidak ada kecelakaan ke depannya.
"Banyak anak-anak saya yang melalui tempat ini, supaya aman dan selamat. Itu yang saya minta," pungkasnya. (Martha)