Wabub John Rettob Hadiri Tahbisan Diakon Mimika Wee di Keuskupan Asmat
Papua60detik - Uskup Agats, Mgr Aloysius Murwito OFM memimpin tahbisan presbiterat Pastor Martinus Tarimanik Pr, tahbisan diakonat Frater Theodorus Yoseph Tepa OFM dan Frater Fridoardus Sariman Pr di Gereja Katedral Salib Suci Indah Asmat, Selasa (31/05/2022).
Theodorus menjadi Mimika Wee kedua yang ditahbiskan sebagai Diakonat di Gereja Katolik.
Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob bersama Ibu Susi Herawati Rettob sengaja hadir pada acara pentahbisannya.
Mengutip Kompas.com, Mimika Wee yang pertama adalah Yosep Orokai Ikitaro Pr. Ia ditahbiskan sebagai imam oleh almarhum Uskup Timika Mgr John Philip Saklil Pr di Timika pada 2009 silam.
"Ini merupakan imam kedua dari putra-putra Kamoro (Mimika Wee). Ini merupakan kebanggan Mimika. Bapak uskup ikut bergembira dan bersyukur melihat pentahbisan ini, karena menambah tenaga pastoral gereja," kata Uskup Murwito.
Ia berharap sebelum pensiun jadi uskup, jumlah imam bisa mencapai angka 25. Bertambahnya jumlah imam katanya, akan semakin memperkuat pastoral dalam melayani umat.
"Yang barangkali di tempat-tempat tertentu kurang tersapa dan kurang mengalami kehadiran Tuhan melalui pelayanan para imam-Nya. Entah karena jarak, atau karena kurang tenaga dari pastor," katanya.
Pastor Martinus Tarimanik Pr mewakili dua rekan imamnya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang mendukungnya sejak di bangku pendidikan sampai ia ditahbiskan jadi imam.
"Dan paling spesial untuk umat Asmat yang ada di sini. Hati saya besar untuk kalian semua. Hal penting yang saya mau sampaikan adalah imam bukan pejabat, imam bukan jabatan sosial atau di dalam pemerintahan yang harus menjunjung tinggi martabatnya. Saya hanyalah hamba yang tidak berguna, saya hanya mau melakukan apa yang harus saya lakukan," katanya.
Ia berharap didoakan bahkan kalau perlu ditegur dan dikritik dalam menjalankan tugasnya sebagai imam.
"Saya masih membutuhkan doa-doa dari kalian semua. Bagi saya imamat bukanlah akhir dari perjalanan panggilan ini, tetapi imamat merupakan langkah awal saya dalam melayani umat di Keuskupan Agats ini," katanya. (Burhan)