Wamenag RI Buka Sidang Sinode Ke-10 GPI di Merauke
Pembukaan Sidang Sinode Ke-10 dan Mupel Ke-5 GPI Papua di Merauke. Foto: Ami/ Papua60detik
Pembukaan Sidang Sinode Ke-10 dan Mupel Ke-5 GPI Papua di Merauke. Foto: Ami/ Papua60detik

Papua60detik - Wakil Menteri Agama Republik Indonesia Zainut Tauhid Sa’adi membuka Sidang Sinode Ke-10 dan Mupel (Musyawarah Pelayanan) Ke-5 GPI Papua di Merauke.

Sidang sinode ini diikuti 15 klasis yaitu Klasis Fakfak. Kaimana, Arguni, Teluk Etna, Teluk Bintuni, Klasis Sorong Manokwari, Klasis Jayapura Nabire, Kalsis Mimika, Klasis Asmat, Klasis Mappi, Klasis Boven Digoel, Klasis Okaba, Klasis Kavalakbob, Klasis Merauke, dan Klasis Muting.

Sidang sinode ke-10 ini akan berlangsung dari tanggal 23 Oktober hingga 2 November 2022.

Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa’adi mengatakan Gereja Protestan di Indonesia memiliki sejarah panjang dalam melayani umat di Tanah Papua.

"GPI sudah ditempa menjadi organisasi induk atau sinode yang matang, ini tidak lepas daru sejarah panjangnya dalam melayani umat di di Tanah Papua," kata Zainut.

Gereja sebagai kesatuan Umat Kristiani,  menurutnya tidak bisa dilepaskan dari jati diri keberadaannya untuk mewartakan kerajaan Tuhan. Sebab itu, pembaharuan relasi sosial berdasarkan ajaran sosial gereja harus selalu menjadi kekuatan untuk membangun solidaritas.

“Umat Kristiani dipanggil untuk memperhatikan dan merawat relasi sosial demi terjaganya perdamaian, kerukunan serta keamanan masyarakat,” kata Zainut. (Ami)