WBFC Timika Cup U-16 2025, Akademi WBFC Champion
Papua60Detik - Tim sepak bola tuan rumah, Academy WBFC genggam piala Waanal Brothers Football Club (WBFC) Cup U-16, yang diselenggara di Kabupaten Mimika pada 17-26 Februari 2025.
Pada babak final yang digelar di lapangan sepakbola milik PT Freeport Indonesia, Kuala Kencana, Rabu (26/2/2025) AKD WBFC kalahkan SSB Mutiara Teluk Cenderawasih (MTC) Nabire dengan skor 6-0.
5 gol dicetak pada babak pertama, gol 1-0 oleh Akbar (16) pada menit ke-5, gol 2-0 oleh Vicky (9) pada menit ke-9, disusul gol 3-0 yang berulang dicetak Vicky (9) pada menit ke-11, gol 4-0 oleh Lorenzo Onco (22) pada menit ke-17, ditutup gol 5-0 oleh Farid (25) pada menit ke-32 .
Masuk babak kedua pertandingan yang dipimpin Wasit, Jonathan Rumbrar ini, anak-anak AKD WBFC menambah gol 6-0 oleh Vano (10) pada menit ke-42.
Meski tidak membalas skor, anak-anak asuh Anton Sampe dan Emanuel Kualjai ini berhasil mencegah langka anak-anak AKD WBFC untuk memperlebar skor, dan hingga pluit panjang berakhirnya permainan bertahan dengan skor 6-0.
"Kalaupun kalah, kami sangat senang dan bangga bisa main di turnamen ini. Juara memang target setiap tim, tapi masuk sampai babak final dan sabet juara 2 itu pengalaman yang sangat berharga. Terima kasih untuk WBFC yang sudah menggelar turnamen ini," ucap Pelatih Kepala MTC Nabire, Anton Sampe.
SSB Mutiara Teluk Cenderawasih (MTC) menjadi satu- satunya tim sepakbola terjauh, yang ikut bertanding di turnamen ini.
Tidak sia-sia, tim sepak bola yang baru didirikan tahun 2024 lalu oleh Agustinus Tahoba ini berhasil masuk babak final dan raih juara 2.
Bukan hanya juara 2, pada pertandingan yang dinilai oleh tim scouting talent dari WBFC ini, juga berhasil raih Top Scorer dan The Best Keeper.
Top Scorer yang telah berhasil mencetak sebanyak 12 gol selama 6 kali pertandingan ini adalah pemain atas nama Joanis Somai, yang masih berstatus sebagai pelajar kelas IX pada SMPN 3 Nabire. Sedangkan The Best Keeper adalah Nur Ally Ramly, yang merupakan pelajar kelas IX di SMPN I Nabire.
"Saya sangat bersyukur, meski baru dibentuk tahun 2024, anak-anak saya sudah bisa dengan chemistry yang bagus antar satu sama lain, sehingga raih juara 2 dan terpilih sebagai Top Scorer dan The Best Keeper. Ini sangat luar biasa," ucap Presiden MTC Nabire, Agustinus Tahoba.
Joanis Somai dan Nur Ally Ramly menurutnya belum lama bergabung bersama MTC. MTC juga baru pertama kali mengikuti turnamen ke luar Nabire.
" Kami baru kali ini ikuti turnamen keluar Nabire. Yang saat ini main di WBFC Cup U-16 dominan oleh pemain SMP kelas III, hanya beberapa saja yang SMA kelas X,"ujarnya.
Agustinus sampaikan terima kasih kepada panitia WBFC yang telah menyelenggarakan turnamen, diharapkan WBFC makin berjaya dan turnamen bisa diselenggarakan di Nabire.
"Ini pengalaman paling berharga bagi anak-anak kami. Juara 2 di turnamen ini jadi penyemangat bagi anak-anak kami untuk lebih giat berlatih," katanya.
Usai pertandingan final, penyerahan piala dan uang pembinaan dihadiri Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Mimika, Elisabeth Cenawatin, Presiden WBFC, Ray Manurung, perwakilan Manajemen PTFI, perwakilan pimpinan Forkopimda dan tamu undangan, serta suporter.
Kepala Disparbudpora Mimika, Elisabeth Cenawatin sampaikan apresiasi kepada WBFC yang telah berinisiatif melaksanakan turnamen, yang bisa mendukung dan mengembangkan bakat dari anak-anak Timika.
Turnamen WBFC Cup U-16 ini sambungnya, sebagai partisipasi WBFC mendukung program pemerintah dalam menemukan bibit-bibit pesepakbola, yang kelak bisa mengharumkan nama Mimika ataupun Papua Tengah.
"Kami dari pemerintah sangat mengapresiasi dan sampaikan terima kasih kepada WBFC yang sudah berpartisipasi, mengembangkan potensi anak-anak Timika," ucap Elisabeth.
Elisabeth juga sampaikan pesan kepada pemain-pemain dari semua SSB yang berlaga pada WBFC, bahwa harus semangat dan terus berlatih agar bisa menjadi atlet masa depan.
"WBFC sangat menjanjikan dalam upaya pengembangan bakat, karena dari turnamen ini akan ada anak-anak yang terjaring untuk bergabung ke Akademi WBFC di Bandung, dan disekolahkan atau mendapat beasiswa di SMA atau Perguruan Tinggi. Jadi adik-adik tidak rugi dan pastinya akan terus dibimbing untuk ikuti turnamen Nusantara, bahkan go internasional," katanya.
Sementara, Presiden WBFC Timika, Ray Manurung menyatakan, dari hasil turnamen ini tentunya akan ada nama-nama pemain terbaik dari setiap SSB, yang akan terpilih untuk bergabung ke Akademi WBFC di Bandung. Yang terpilih dalam turnamen ini merupakan pemain-pemain penerus WBFC yang akan bertanding pada liga-liga di Indonesia ataupun di luar negeri.
"Anak-anak yang terpilih ini juga akan kami berikan beasiswa penuh untuk menempuh pendidikan lanjutan. Di Bandung kita punya asrama dan lapangan sepakbola tersendiri, sehingga pulang sekolah kita akan fokus berlatih," kata sulung Manurung Brothers ini.
Untuk itu, WBFC sangat membutuhkan dukungan dari seluruh orang tua dan masing-masing SSB. Sebab, setiap anak yang lolos seleksi melalui turnamen ini tetap harus kantongi izin dari orang tua sebelum diboyong ke Bandung.
"Salah satu bukti pemain binaan WBFC dari Timika , yang bermain bagus saat ini adalah Lorenzo Komangal alias Onco. Onco bisa gabung ke akademi WBFC, karena memang atas kemauannya sendiri dan restu orang tuanya," katanya.
Turnamen WBFC sambungnya, akan terus dilakukan di Timika. Oleh karena itu, semua SSB yang ada di Timika harus mendukung, sehingga turnamen pun bisa diselenggarakan dengan kerjasama yang baik.
"Kita butuh doa dan dukungan dari semuanya supaya kedepannya WBFC bisa punya lapangan sepakbola tersendiri di Timika, dan bisa gelar turnamen secara terus-menerus," ucapnya. (*)