Eliminasi Malaria, Dinkes Mimika Dorong 'Tempo Kas Tuntas'
Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra saat menjadi narasumber. Foto; Martha/ Papua60detik
Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra saat menjadi narasumber. Foto; Martha/ Papua60detik

Papua60detik - Menekan tingginya kasus malaria, Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra  menginisiasi sebuah proyek inovasi yang dinamai Tempo Kas Tuntas.

Data Dinkes Mimika menunjukkan temuan kasus malaria mencapai 400/1000 kasus per tahun. Artinya dari seribu penduduk, 400 di antaranya menderita malaria. Selain itu, positivity rate malaria di Mimika masih tinggi yaitu 30 sampai 40 persen. 

Mengatasi hal itu,  Reynold membuat Tempo Kas tuntas sebagai inovasi percepatan eliminasi malaria. Salah satu strateginya adalah merapikan data kasus malaria yang ia diduga terjadi duplikasi.

"Ini sudah kita sudah mulai dari bulan Juni lalu. Kemudian, menanggulangi malaria melalui pemeriksaan dini dan obati, serta pemantauan kepatuhan pengobatan sampai tuntas. Disingkat 'Tempo Kas tuntas'," ujar Reynold Ubra saat berdiskusi bersama media di Hotel Grand Tembaga, Sabtu (10/08/2024).

Dinas Kesehatan juga membangun  kerja sama antar puskesmas dan para kader malaria untuk pemantauan kepatuhan pengobatan. Kemudian menyediakan layanan pojok malaria yang ditempatkan setiap Puskesmas, bandara, dan pelabuhan.

"Kemudian ada mobile drive through yang kita siapkan di pasar, mall, Puskesmas Pasar Sentral, Timika, Mapurujaya. Soft launchingnya sudah mulai jalan, launchingnya kita berharap besok saat Kemenkes datang, kalau tidak Bupati Mimika," terangnya.

Adapun tahapan inovasi Tempo Kas Tuntas ini, pertama dijadikan sebagai role model di 6 puskesmas yang sudah menerapkan BLUD kemudian 3 Puskesma menyiapkan pelayanan mobile.

"Oktober akan mulai masuk ke Puskesmas pegunungan dan pesisir. Januari- Desember semua Puskesmas. Akhir tahun 2024 kita akan di bawah 5/1000 penduduk. Maka ketika masuk Januari 2026, Mimika sudah eliminasi. Ini real karena kita sudah kunci dan dapat modelnya," pungkasnya. (Martha)