Janji Emas Tim Futsal Papua di PON 2021
Papua60detik - Meski diundur karena pandemi covid-19, semangat PON XX Papua 2021 tak kendur. Para atlet PON tetap rutin latihan meski intensitasnya berkurang.
Pandemi ini memang berdampak banyak, termasuk terhadap persiapan Tim Futsal PON Papua. Mereka sudah mengawali persiapan sejak Oktober 2018 atau dua tahun sebelum PON diundur ke tahun depan.
Pada 2019, Pelatih Kepala, Daud Henry Arim sudah membawa anak asuhnya ke turnamen di Padang, Sumatera Barat. Di sana mereka peringkat empat dari 16 tim yang ikut.
Pulang dari Padang persiapan makin serius. Menerapkan sistem degradasi, terjadi pergantian enam pemain. Tim Futsal PON Papua bahkan sudah mengatur agenda latih tanding ke Pulau Jawa dan luar negeri, Thailand.
Di tengah seriusnya persiapan, corona menyerang. PON pun diundur ke 2021. Rencana dan program bergeser bahkan terpaksa ada yang dibatalkan. Latihan atlet pun harus disesuaikan dengan potokol kesehatan.
"Anak anak sampai hari ini tinggal 18 orang, nanti ke PON itu hanya 14 orang. Hasil rapat dengan KONI Papua, mereka sampaikan nanti di Januari 2021 itu anak-anak tinggal 14 orang saja. Itu yang harus disiapkan sampai dengan PON 2021," kata Coach Daud di Timika, Minggu (23/08/2020) malam.
Cabang olahrga (cabor) futsal bersama sepakbola dan galanita berada di bawah naungan PSSI. Di tingkat provinsi ada Assosiasi PSSI Provinsi (Asprov) Papua. Ketiga cabor ini kata Daud ditarget emas pada PON nanti oleh Asprov PSSI dan KONI Papua.
Bagi Daud, target medali emas ini adalah kepercayaan. Dan tekadnya, menjaga kepercayaan yang diberikan.
"Makanya anak-anak kita kasih latihan, kita selalu taruh atrget, apapun yang terjadi emas harus didapat di PON 2021. Itu sangat realistis sekali. Kita siap untuk itu," katanya yakin.
Ia pun mulai berhitung lawan. Menurutnya, Tim Jawa Barat sebagai juara bertahan akan jadi lawan terberat. Ada lagi, Tim Futsal Sulawesi Selatan yang ia perkirakan bakal jadi lawan berat di PON nanti.
Tapi faktor tuan rumah, kata Daud bisa jadi penentu. Cabor futsal di PON nanti akan dipertandingkan di Kota Timika, di GOR Futsal SP5 yang menurutnya salah satu lapangan terbaik di Indonesia.
Ia yakin bakal dapat dukungan penuh warga, Pengkab Futsal dan Pengurus KONI Mimika. Apalagi dua atlet Tim Futsal Papua adalah anak Timika.
"Saya kira dengan dukungan warga Mimika akan mempengaruhi kita bermain lebih baik untuk mendapat emas," kata Daud.
Meski di tengah pandemi covid-19, ia berharap anak asuhnya tetap bisa latih tanding atau try out. Jika tidak bisa ke luar Papua, ia merekomendasikan tes even PON di Mimika menjadi ajang latih tanding timnya.
"Supaya kita bisa merasakan lapangan sendiri. Kalau disetujui kita bisa lakukan itu. Mungkin dengan mengundang tim yang ada di wilayah timur," katanya.
Jadi penyelenggara PON dengan GOR yang representatif bagi Daud adalah petanda baik perkembangan futsal di Papua. Bagaimanapun, olahraga tak bisa lepas dari fasilitas dan kompetisi reguler dalam perkembangannya.
"Bisa jadi turnamen nasional nanti diadakan di Timika," katanya. (Burhan)