Kadistrik Kwamki Narama Sebut Warganya Masih Kesulitan Mengakses Pendidikan
Papua60detik - Meski terbilang dekat dengan Kota Timika, sebagian anak usia sekolah di Distrik Kwamki Narama masih kesulitan mengakses pendidikan.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Distrik Kwamki Narama, Yulius Hagabal.
Distrik Kwamki Narama sendiri memiliki tiga bangunan TK, SD Negeri ada 2 ditambah 1 Yayasan, dan satu SMP. sementara SMA tidak ada.
Yulius menjelaskan, karena faktor keamanan dan jarak yang jauh, anak-anak yang lulus SD dari kampung lain, banyak yang tidak melanjutkan pendidikan ke SMP di Kampung Olaroa.
"Angka putus sekolah sangat banyak sampai ratusan. Kami sadar betul, anak-anak yang baru lulus SD, tidak berani naik dari kompleks bawah untuk melanjutkan SMP di sini. Komplek dari kampung Damai tidak berani datang SMP di sini," terang Yulius saat diwawancarai, Jumat (24/07/2025).
Oleh karena itu, sebagian anak-anak melanjutkan pendidikan ke Sentra Pendidikan dan Kuala Kencana. Kondisi seperti itu menurutnya mengkhawatirkan karena anak-anak harus berhadapan dengan kondisi cuaca yang tidak menentu dan potensi kecelakaan.
"Mereka betul-betul kesannya terancam. Hari-hari berhadapan dengan polusi udara, kecelakaan semakin hari semakin meningkat karena anak-anak ini buru-buru berangkat karena jarak sekolahnya jauh, pulang pergi dengan motor, ada yang pulang pergi dengan ojek," tambahnya.
Lokasi sekolah yang jauh juga berdampak pada ekonomi orang tua karena harus mengeluarkan biaya buat ongkos.
"Ekonomi orang tua juga juga termasuk terancam, kesejahteraan juga hilang. Orang tua tidak punya pekerjaan jelas. Tiap hari orang tua kasih uang ojek ke anak-anak. Jadi, hal ini betul-betul terjadi di masyarakat kami," tambahnya.
Ia pun meminta pemerintah melakukan penambahan sekolah khususnya SMA sederajat agar anak-anak bisa melanjutkan pendidikan tanpa harus ke Timika.
Menurutnya, banyaknya anak-anak putus sekolah menjadi salah satu pemicu terjadinya kemiskinan ekstrem.
Yulius juga meminta pemerintah membangun Balai Pelatihan Kerja (BLK) untuk melatih anak-anak yang putus sekolah. Skill dari BLK bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan pekerjaan di perusahaan.
"Kalau pemerintah tidak mengambil langkah-langkah seperti ini, hanya mengandalkan pendidikan formal saja, tidak akan bisa. Stabilitas kamanan pasti akan terganggu, orang melakukan kejahatan tentu karena lapar," pungkasnya. (Martha)