Lima Siswa SATP Ikut OSN Tingkat Provinsi Agustus Nanti
Siswa SATP milik Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK) yang akan ikut Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat provinsi. Foto: Istimewa
Siswa SATP milik Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK) yang akan ikut Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat provinsi. Foto: Istimewa

Papua60detik - Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) milik Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK) selaku pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI), tahun ini akan mengirimkan lima siswanya untuk mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat provinsi. 

Lima siswa tersebut adalah Omi Miagoni dan Rockim Magal, siswa SMP yang akan mengikuti OSN bidang matematika, Arifin Omabak dan Ega Wefako mengikuti OSN bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Satu-satunya  perwakilan Sekolah Dasar (SD) yang lolos adalah Petronela Yulivia Mitoro, bidang pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosoal (IPS). 

Kepala Sekolah, Sonianto Kuddi menjelaskan pada bulan Juli lalu, SATP mengikutkan 30 siswanya mengikuti OSN tingkat kabupaten dan lima orang lolos ke OSN tingkat provinsi pada bulan Agustus nanti. 

Wujudkan visi misi, SATP membentuk tim kerja yang disebut pusat prestasi yang mendesain, memprogramkan, melaksanakan dan mempersiapkan anak-anak untuk mampu berkompetisi secara global. SATP juga melakukan seleksi bagi anak-anak untuk dimasukkan ke klub mata pelajaran sesuai bakat masing-masing. 

"Kita buatkan klub, misalnya MTK, IPS. Kami jaring secara internal sesuai bakat masing-masing dan diseleksi kembali untuk mewakili sekolah. Mereka sudah banyak mengikuti lomba baik onside maupun online," terang Sonianto. 

Jelang OSN tingkat provinsi, Sonianto mengatakan persiapan sudah cukup matang. Lima siswa tersebut mendapatkan bimbingan dari guru pendamping, mulai pagi hingga sore setiap hari. Ia berharap, anak-anak Papua mampu bersaing secara global dibuktikan dengan prestasi. 

"Pengalaman ini akan membentuk mereka, mengontrol emosi dan mental mereka, karena mengerjakan itu butuh kecepatan jadi harus sering-sering dilakukan. Mau dapat medali atau tidak, yang penting tampil dulu," tambahnya. 

Rasa antusias juga dirasakan oleh siswa SATP peserta  OSN tingkat provinsi. Ega Wefako, peserta OSN bidang IPA mengatakan persiapan mengikuti lomba adalah belajar di sekolah dan di asrama, membahas soal-soal yang modelnya sama seperti tahun lalu, kemudian dibimbing guru pendamping apabila ada soal yang sulit. 

Hal yang sama juga dikatakan oleh Rockim Magal, peserta OSN bidang matematika, bahwa sekolah sudah menetukan jadwal untuk belajar mulai pagi hingga sore. 

"Kita belajar dari pagi jam sepuluh kemudian kita istirahat. Setelah itu kita lanjut lagi hingga jam 12 lalu pulang ke asrama. Setelah istirahat balik lagi ke sekolah untuk belajar," terangnya mewakili teman-temannya. (Martha)