Minyakita di Timika Dijual Rp22 Ribu, Jauh di Atas HET
Minyakita. Foto: Dok/ Papua60detik
Minyakita. Foto: Dok/ Papua60detik

Papua60detik - Baru-baru ini, pemerintah mengusulkan menaikkan HET minyakita. Rencana kenaikan ini dilakukan karena sudah lama tidak ada penyesuaian harga. Namun, hingga kini belum ada keputusan final karena masih menunggu hasil kajian lintas kementerian dan lembaga.

Saat ini HET minyakita berada diharga Rp15.700 per liter. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Mimika, Sabelina Fitriani mengonfirmasinya.

Namun, harga minyakita ditemukan di sejumlah warung di Timika bisa menyentuh harga Rp22 ribu rupiah. Jauh dari HET yang masih berlaku saat ini. 

Perbedaan harga yang ditemukan ini menimbulkan tanya. Sementara sesuai peraturan yang ditetapkan Badan Pangan Nasional, HET berlaku hingga ke tangan konsumen. Tujuannya agar tidak terjadi permainan harga karena memang ditujukan buat masyarakat bawah. 

"Jika menemukan harga Minyakita yang jauh lebih tinggi dari HET, itu merupakan pelanggaran regulasi distribusi," demikian kutipan di website resmi Badan Pangan Nasional. 

Menelusuri hal tersebut, beberapa pemilik warung mengaku mendapatkan harga yang lebih tinggi dari HET yang berlaku. Ia mendapatkan minyakita dari distributor Rp20 ribu lalu menjualnya ke konsumen Rp22 ribu. Sementara beberapa pedagang lain menjual Rp21 ribu per liter, menyesuaikan harga dari distributor. 

"Kami tidak tahu sudah tangan ke berapa. Yang pasti harga yang kami dapat sudah tidak sama dengan HET itu, jadinya kami juga ikut naikkan," ujar pemilik warung saat diwawancarai. 

Selain soal harga, saat ini minyakita di Timika juga mulai langka ditemukan. Beberapa distributor besar seperti Milenium, Aditama, PT Irian Jaya Sehat (IJS) juga terjadi kekosongan stok sejak lama. 

Hal itu diakui oleh Kepala Bulog Cabang Timika, Dedy Wahyudi mengatakan bahwa Bulog sudah mengeluarkan stok terakhir di hari Jumat minggu lalu. Artinya stok minyakita di gudang Bulog sedang kosong. Tetapi diestimasikan pada tanggal 26 April stok kembali masuk. 

"Secara general tidak terjadi kekosongan karena di pasar masih ada minyakita. BULOG sendiri terakhir mengeluarkan stok  di hari Jumat, Minggu lalu. Estimasi kedatangan kapal pengangkut besok tgl 26 semoga tidak ada kendala di pelabuhan bisa segera di bongkar dan dilaksanakan distribusi," ujar Dedy memalului pesan WA, Sabtu (25/4/2026). 

Sama halnya dengan pernyataan Bulog, Kadisperindag, Sabelina Fitriani mengatakan selain Bulog, IJS juga menjadi menjadi penyalur minyakita yang mendatangkan stok langsung dari Surabaya. Dan saat ini masih kosong. 

"Rencana masuk dalam satu minggu ini sebanyak 36.000 liter dari Bulog. Kalau dari PT Irian Jaya Sehat  stok kosong dan belum ada informasi untuk pemuatan di surabaya," pungkasnya. (Martha)